BACAAJA, BANYUMAS – Banyumas lagi seru. Komite Sastra Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas barengan sama Sanggar Seni Samudra bikin pelatihan kece bertema “Pementasan dan Pelatihan Puisi”. Misinya mulia: bikin literasi balik jadi gaya hidup generasi muda, bukan cuma tugas sekolah.
Awalnya mereka ngarep 60 peserta. Ternyata yang hadir meledak lebih dari 100 orang. Dari anak SMA, SMK, sampai mahasiswa tumplek blek ikut belajar puisi biar enggak cuma jadi tulisan di kertas, tapi bisa tampil penuh rasa di panggung.
Aditya Setiawan M.Pd., ketua pelaksana yang energinya kayak kopi hitam tanpa gula, senyam senyum lihat pesertanya membludak. “Ini bukti semangat literasi masih nempel kuat di Banyumas,” katanya dengan bangga.
Dari tim penyelenggara besar, Rohmat Nur Hidayat M.Pd. juga ikutan senang. Acara ini masuk dalam rangkaian Banyumas Aesthetic Soetedja yang lagi menghiasi kalender seni Banyumas tahun ini. Katanya, ini pertama kali pelatihan puisi tampil sekeren ini, dan responsnya bikin makin semangat lanjut terus.
Yang ikut gak cuma duduk manis dengar teori. Mereka juga diajak praktik langsung, meracik kata, menumpahkan rasa, lalu tampil di panggung kecil nan intim di akhir acara. Suasananya santai tapi penuh percikan ide yang nggak mau diam.
Nur Aini, siswa SMA Negeri 2 Purwokerto yang wajahnya nggak bisa nolak senyum sejak datang, bilang kalau ini pengalaman yang beda banget. “Asli seru. Biasanya puisi cuma dibacain di kelas. Di sini rasanya hidup,” ucapnya sumringah.
Harapannya jelas. Dari acara ini, literasi bukan cuma slogan di poster. Sastra tetap punya tempat spesial buat anak muda Banyumas. Biar budaya kita enggak cuma dikenang, tapi terus hidup dan berkembang lewat tangan-tangan kreatif mereka.
Kalau puisi saja bisa bikin ratusan anak muda kumpul dan berekspresi, berarti masih banyak cerita hebat yang siap lahir di Banyumas. (*)


