BACAAAJA, ACEH SELATAN – Foto Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang tengah beribadah umrah mendadak menyebar cepat di media sosial.
Dalam hitungan jam, unggahan itu memicu gelombang reaksi keras dari publik yang merasa ditinggalkan di tengah bencana. Bahkan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, ikut angkat suara karena geram melihat situasi ini.
Di lini masa, warganet langsung ramai-ramai mengkritik keputusan Mirwan meninggalkan daerahnya saat banjir dan longsor melanda 11 kecamatan.
Bacaaja: Banjir Sumatera: Dua Bupati di Aceh Nyerah, Tak Sanggup Tangani Bencana
Bacaaja: Beda Santunan Korban Banjir di Thailand dan Sumatera, seperti Bumi-Langit
Kondisi yang sedang genting membuat publik merasa tak seharusnya seorang kepala daerah pergi di saat seperti itu.
Kritik semakin menguat karena sebelumnya, Mirwan sendiri telah menandatangani surat yang menyatakan dirinya tidak sanggup menangani bencana, sehingga memberikan mandat penuh kepada pemerintah provinsi.
Hal ini membuat publik semakin mempertanyakan langkah yang diambilnya.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, menegaskan bahwa kepala daerah harus hadir saat masyarakat sedang berjuang melewati situasi terburuk.
Ia menyoroti pentingnya pemimpin yang berdiri di garda terdepan, bukan meninggalkan tanggung jawab.
Mualem juga menyebut banjir kali ini bukan peristiwa biasa. Ia mengibaratkannya sebagai “tsunami jilid dua” karena dampaknya lebih luas dan air menggenangi rumah warga lebih lama ketimbang tsunami 2004.
Tetap Berangkat Meski Dilarang
Saat kabar keberangkatan Mirwan ke Tanah Suci terkonfirmasi, Mualem tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Padahal, ia telah menolak permohonan izin keluar negeri yang diajukan Mirwan sejak 24 November 2025 melalui surat resmi tertanggal 28 November.
Surat itu diterbitkan karena Aceh sedang dalam status Darurat Bencana Hidrometeorologi. Namun, Mirwan tetap memilih berangkat, membuat situasi makin panas.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan bahwa Gubernur telah meminta timnya untuk memastikan kebenaran kabar keberangkatan Mirwan. Jika terbukti, teguran tegas akan diberikan.
Dikritik Kemendagri
Kementerian Dalam Negeri juga ikut geram atas keputusan Mirwan. Benny Irwan, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, menyebut tindakan itu sangat disayangkan dan tidak mencerminkan sikap pemimpin yang bertanggung jawab.
Ia menekankan bahwa dalam kondisi darurat, kehadiran kepala daerah sangat vital. Bukan hanya untuk memimpin, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak.
Kemendagri memastikan akan menelusuri kasus ini dan menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku. Semua informasi awal akan diperdalam untuk menentukan langkah selanjutnya.
Dicopot dari Jabatan Ketua DPC Gerindra
Gelombang kritik yang tak kunjung reda membuat Partai Gerindra mengambil langkah tegas. Mirwan resmi dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan oleh DPP Gerindra.
Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, mengungkapkan bahwa keputusan itu diambil karena sikap Mirwan dianggap mengecewakan, terlebih di tengah bencana yang seharusnya menjadi prioritas utama seorang pemimpin daerah.
Menurut Sugiono, tindakan Mirwan sulit dimaklumi mengingat situasi Aceh Selatan yang sedang kacau akibat banjir dan longsor. Keberangkatannya disebut jauh dari sikap pemimpin yang solutif.
Klarifikasi Pemkab Aceh Selatan
Di tengah kritik yang semakin luas, Pemkab Aceh Selatan akhirnya memberikan klarifikasi. Plt Sekda Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, menyebut keberangkatan Mirwan dilakukan setelah dirinya memastikan bahwa kondisi umum Aceh Selatan sudah stabil.
Diva menegaskan bahwa sebelum berangkat, Mirwan telah menyalurkan bantuan di wilayah Trumon Raya dan memantau perkembangan secara langsung. Ia membantah narasi bahwa Mirwan pergi saat bencana masih berlangsung.
Menurutnya, para pengungsi saat itu sudah kembali ke rumah masing-masing. Penanganan bencana juga disebut berjalan lancar berkat soliditas tim di lapangan.
Diva menjelaskan bahwa selama Mirwan berada di Tanah Suci, dirinya bersama Wakil Bupati memimpin proses penanganan. Ia memastikan bahwa semua kebutuhan warga terdampak tetap ditangani maksimal.
Akhirnya, Pemkab menegaskan bahwa masyarakat kini sudah kembali ke rumah masing-masing dan situasi perlahan pulih. Namun, polemik keberangkatan Mirwan masih terus jadi bahan pembicaraan publik.
Jika Anda ingin versi yang lebih panjang, lebih santai, atau ingin ditambah subjudul kekinian, tinggal bilang saja—siap saya garap ulang. (*)

