BACAAJA, JAKARTA – Kegiatan Reuni Akbar 212 di Monas pada Selasa (2/12) malam nggak cuma menyisakan keramaian, tapi juga tumpukan sampah yang bikin geleng-geleng. Data mencatat, ada 26,43 ton sampah yang harus dibereskan setelah acara selesai.
Di balik pemandangan itu, ada 600 petugas kebersihan gabungan yang turun tangan. Mereka bukan cuma dari Jakarta Pusat, tapi juga wilayah lain yang ikut bantu biar kawasan Monas balik rapi secepatnya.
Kepala Sudin LH Jakarta Pusat, Slamet Riyadi, ngejelasin kalau mayoritas sampah yang dikumpulin itu sampah plastik. Mulai dari botol minum, bungkus makanan, sampai plastik sekali pakai yang berserakan di tiap sudut.
Pembagian personel pun cukup merata. Ada 150 petugas dari Jakarta Pusat, sementara Jakarta Barat, Selatan, Timur, dan Utara masing-masing nyumbang 75 orang. Ditambah lagi tim besar dari UPS Badan Air sebanyak 150 orang.
Kerja keras mereka berlangsung sepanjang malam. Dari area dalam Monas sampai Jalan Medan Merdeka, semuanya disisir satu per satu buat memastikan nggak ada sampah yang tertinggal.
Nggak cuma tenaga manusia, armada pendukung juga dikerahkan besar-besaran. Kasie PSLB3 Sudin LH Jakarta Pusat, Aditya Surya, bilang ada 20 truk sampah, 20 roadsweeper, 6 truk air bersih, 6 truk air kotor, 13 mobil lintas, 22 bus toilet, plus 600 kantong plastik buat nampung semua sampah itu.
Aditya juga bilang kalau pihaknya nggak cuma fokus ke angkut sampah. Penyediaan fasilitas kayak toilet dan suplai air bersih juga jadi bagian dari tugas mereka malam itu.
Proses pengangkutan dimulai tepat jam 00.00 sampai 03.00 WIB. Semua sampah dikumpulin dulu ke TPS Monas sebelum akhirnya dikirim ke Bantargebang.
Malam panjang itu mungkin sudah selesai, tapi cerita tentang betapa beratnya kerja para petugas kebersihan tetap nggak boleh dilupain. Di balik riuhnya kerumunan, mereka adalah alasan Monas bisa kembali bersih saat pagi datang. (*)


