BACAAJA, SEMARANG- Laga panas bakal tersaji saat PSIS Semarang bertandang ke markas Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan, Sabtu (11/4/2026). Tapi jujur saja, situasi tim tamu lagi jauh dari kata ideal.
PSIS datang ke Kudus dalam kondisi “pincang”. Tiga pemain kunci dipastikan absen, bikin komposisi tim harus diutak-atik ulang. Di lini tengah, Delvin Rumbino harus menepi karena akumulasi kartu kuning. Padahal perannya cukup vital buat jaga ritme permainan.
Masalah makin numpuk di lini belakang. Rizki Darmawan absen usai kena kartu merah, sementara Dani Ibrohim juga nggak bisa main akibat akumulasi kartu. Tiga lubang sekaligus. Nggak heran kalau laga ini diprediksi bakal berat.
Pelatih Andri Ramawi mau nggak mau harus putar otak. Rotasi pemain jadi opsi paling realistis, meski risikonya chemistry tim bisa terganggu. Masalahnya bukan cuma itu. Secara mental, PSIS juga lagi dibayangi rekor buruk lawan Persiku.
Baca juga: PSIS Masuk Fase Krusial: Tiga Laga Tandang, Satu Kandang
Dalam dua pertemuan terakhir, Laskar Mahesa Jenar selalu kalah telak, bahkan sempat dipermalukan 4-0 di kandang sendiri, lalu dihajar 3-0 saat tandang ke Kudus. Artinya, ini bukan sekadar laga biasa. Ini soal harga diri.
Di sisi lain, Persiku jelas lebih di atas angin. Selain punya rekor dominan, mereka juga bakal didukung penuh suporter di kandang sendiri. Tekanan ke PSIS makin terasa. Kalau nggak bisa bangkit, potensi kalah lagi terbuka lebar.
Duel Sahabat
Di tengah tensi tinggi, ada cerita menarik: duel sahabat lama. Beto Goncalves bakal ketemu lagi dengan Jaimerson da Silva Xavier, namun kali ini sebagai lawan.
Keduanya pernah satu tim di beberapa klub, dari Madura United, PSBS Biak, sampai Persis Solo. Tapi untuk 90 menit di lapangan, nostalgia harus ditahan dulu. “Senang bisa ketemu lagi, tapi kalau sudah main ya tetap profesional. Saya fokus ke PSIS,” kata Beto.
Beto juga nggak meremehkan kualitas Jaimerson yang dikenal sebagai bek tangguh. Menariknya, karena pernah satu tim, mereka sama-sama “hafal” gaya main masing-masing. “Dia tahu cara saya main, saya juga tahu dia,” tambahnya.
Baca juga: Main di Kandang, PSIS Malah Kecolongan
Striker veteran itu juga punya misi pribadi: bantu PSIS putus tren buruk sekaligus menjauh dari zona merah. Sejauh ini, Beto sudah mengoleksi lima gol sejak bergabung di putaran kedua. Tapi buat dia, satu hal lebih penting dari statistik. “Gol itu bonus. Yang penting tim menang,” tegasnya.
PSIS datang ke Kudus dengan target menang, tapi modalnya justru kehilangan pemain dan kenangan kekalahan. Kadang sepak bola memang sederhana: kalau belum bisa balas dendam dengan permainan, biasanya… sejarah akan dengan senang hati mengulang dirinya sendiri. (tebe)

