BACAAJA, JAKARTA– Insiden yang menimpa pasukan TNI di Lebanon bikin panas reaksi politik dalam negeri. PDI Perjuangan (PDIP) mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bersikap lebih tegas terhadap Israel.
Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, menyampaikan duka atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Selain itu, lima prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
“Kita berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dan lima lainnya terluka dalam menjalankan tugas perdamaian dunia,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026). Menurut Said, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian seperti ini bukan kejadian sekali dua kali.
Baca juga: 2 Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Total 3 TNI Gugur Diserang Militer Israel
Ia mencatat, sejak Oktober 2024 sudah ada sekitar 25 serangan terhadap personel dan properti pasukan PBB di Lebanon. Buatnya, ini bukan sekadar insiden, tapi tanda kalau ada pihak yang merasa “kebal hukum”.
Ia bahkan menyinggung kondisi di Gaza, Palestina, yang menurutnya punya pola serupa dalam dugaan pelanggaran kemanusiaan. “Dunia dan PBB seolah tidak mampu menghentikan kejahatan kemanusiaan tersebut,” tegasnya.
PDIP pun mendorong agar kasus ini dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Selain itu, Israel diminta bertanggung jawab lewat pengakuan resmi, permintaan maaf di forum PBB, hingga proses hukum internasional.
Tekanan Global
Nggak cuma itu, Said juga ngajak negara-negara lain buat ambil langkah lebih keras, mulai dari memutus hubungan diplomatik sampai menghentikan kerja sama sebagai bentuk tekanan global.
Ia mencontohkan beberapa negara Eropa yang sudah lebih dulu ambil sikap, seperti Spanyol yang menarik duta besar, serta Prancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel.
Di sisi lain, Said juga mengingatkan soal keputusan Majelis Umum PBB pada 12 September 2025 yang mendukung solusi dua negara dan mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. “Sekjen dan Dewan Keamanan PBB harus segera menindaklanjuti keputusan tersebut,” katanya.
Baca juga: Militer Israel Serang Sesama Anggota BoP, Satu Personel TNI di Lebanon Gugur
Sementara itu, tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026). Mereka adalah Kopral Dua Farizal Rhomadhon, Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sersan Kepala Muhammad Nur Ichwan yang gugur dalam dua insiden berbeda di Lebanon selatan. Lima prajurit lainnya masih menjalani perawatan, sementara proses investigasi atas serangan ini masih berlangsung.
Duka sudah nyata, korban sudah jatuh, data serangan juga bukan sedikit. Tinggal satu yang masih sering abu-abu: ketegasan dunia, karena di panggung global, kecaman sering lebih cepat keluar daripada tindakan nyata. (tebe)


