BACAAJA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto punya pandangan tegas soal urusan haji. Orang nomor satu di Indonesia itu disebut ingin seluruh petugas penyelenggara ibadah haji diisi oleh unsur TNI dan Polri.
Hal ini diungkap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid saat memberi arahan di pembukaan Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
“Tadi disampaikan Pak Wamen, sebenarnya Bapak Presiden mengharapkan petugas haji ini semuanya dari unsur TNI dan Polri,” kata Abdul.
Bacaaja: Mantan Menag Yaqut Cholil Jadi Tersangka Kuota Haji 2023-2024
Bacaaja: Waspada! Ada Fenomena Jemaah Haji Mirip ‘Zombi’ Tahun 2026
Keinginan itu bukan tanpa alasan. Menurut Abdul, tugas petugas haji itu berat secara fisik dan mental, apalagi saat puncak ibadah di tengah cuaca Arab Saudi yang super panas.
“Masuk bulan Juni itu sudah panas banget. Dibutuhkan petugas yang benar-benar kuat, disiplin, dan patriotis. Itu ada di TNI dan Polri,” ujarnya.
Meski begitu, wacana “full TNI-Polri” ini nggak mentah-mentah dijalankan. Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak disebut menyampaikan masukan ke Presiden agar unsur lain tetap dilibatkan, termasuk ormas-ormas Islam.
“Bagaimana dengan ormas yang ingin kadernya jadi petugas haji? Alhamdulillah bisa diterima,” ujar Abdul.
Hasilnya, saat ini banyak kader ormas tetap masuk dalam barisan petugas haji, berdampingan dengan TNI dan Polri.
Untuk penyelenggaraan haji 2026, Abdul menyebut jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri ditingkatkan hingga dua kali lipat, terutama saat fase krusial Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Langkah ini diambil demi memastikan layanan ke jemaah tetap optimal di situasi paling padat dan melelahkan.
Katanya militer itu dispilin
Dikonfirmasi terpisah, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan masuknya TNI dan Polri bukan sekadar soal seragam, tapi soal budaya kerja.
“Ini simbol harapan Presiden agar petugas haji punya kedisiplinan tinggi, kerja dalam sistem komando yang rapi, dan fokus melayani jamaah,” kata Dahnil.
Menurutnya, pengalaman selama ini menunjukkan petugas dari unsur TNI dan Polri punya mental kuat, fisik tahan banting, dan siap kerja di tekanan tinggi.
“TNI-Polri di Tanah Haram itu performanya luar biasa. Semangat itulah yang ingin kami tularkan ke semua petugas lewat diklat ini,” pungkasnya.
Intinya, haji 2026 bakal diisi petugas dengan disiplin ala militer, stamina baja, dan fokus full ke jamaah. Targetnya satu: pelayanan makin rapi, jamaah makin nyaman. (*)


