BACAAJA, WONOGIRI – Kesiapan sebuah agenda berskala nasional tidak hanya ditentukan oleh rangkaian acara yang tersusun dengan baik, tetapi juga oleh infrastruktur pendukung yang bekerja secara andal di baliknya. Menjelang pelaksanaan Launching dan Groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp), PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melakukan patroli sekaligus perapian kabel jaringan di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, pada Minggu (24/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan untuk memastikan kondisi infrastruktur telekomunikasi di sekitar lokasi kegiatan berada dalam keadaan tertata dan siap mendukung kelancaran agenda. Tim di lapangan melakukan pengecekan terhadap jalur jaringan sekaligus perapihan kabel pada sejumlah titik yang menjadi bagian dari area pendukung kegiatan.
Patroli jaringan menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur secara langsung, termasuk memastikan jalur kabel tetap tertata dan meminimalkan potensi gangguan yang dapat menghambat operasional. Melalui kegiatan tersebut, PLN Icon Plus tidak hanya melakukan penataan secara fisik, tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur dapat terjaga menjelang berlangsungnya agenda strategis tersebut.
Bacaaja: Melalui Daily Health Checking, PLN Icon Plus Perkuat Penerapan HSSE
Bacaaja: Kenalkan Rengginan Bu Yatin, PLN Icon Plus Apresiasi Produk Lokal Magelang
Dalam pelaksanaannya, setiap pekerjaan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Prosedur kerja diterapkan secara disiplin untuk memastikan seluruh proses patroli dan perapihan berlangsung aman, baik bagi personel maupun lingkungan di sekitar lokasi pekerjaan.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan bahwa kesiapan infrastruktur digital merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan penyelenggaraan sebuah agenda strategis. Menurutnya, keandalan konektivitas harus dipastikan sejak tahap persiapan melalui pengelolaan dan pengecekan infrastruktur secara menyeluruh.
“Di balik kelancaran sebuah agenda besar, terdapat berbagai infrastruktur pendukung yang harus dipastikan kesiapan dan keandalannya. Konektivitas menjadi salah satu bagian penting di dalamnya. Karena itu, kami memastikan setiap elemen infrastruktur yang menjadi tanggung jawab PLN Icon Plus berada dalam kondisi siap, terkelola dengan baik, dan dapat menjalankan fungsinya secara optimal ketika dibutuhkan,” ujar Chipta Perdana.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN Icon Plus dalam memberikan dukungan terhadap berbagai agenda strategis, khususnya melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur konektivitas yang andal.
Sementara itu, Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menjelaskan bahwa patroli dan perapihan kabel dilakukan untuk memastikan kondisi jaringan di lapangan dapat terpantau secara langsung sebelum pelaksanaan kegiatan.
“Kami ingin memastikan seluruh infrastruktur pendukung yang berada di lokasi benar-benar dalam kondisi siap. Patroli ini memungkinkan tim melihat langsung kondisi jaringan di lapangan, sekaligus melakukan penataan pada titik-titik yang memerlukan perhatian. Prinsipnya sederhana, segala sesuatu yang berpotensi mengganggu harus dapat diantisipasi sejak awal,” jelas Leandra.
Menurut Leandra, kesiapan infrastruktur tidak hanya berbicara mengenai keberadaan jaringan, tetapi juga bagaimana infrastruktur tersebut dikelola secara konsisten agar tetap tertib, aman, dan mudah dipantau. Dengan langkah tersebut, tim dapat lebih siap dalam menjaga kontinuitas layanan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
Melalui patroli dan perapihan kabel di kawasan Waduk Gajah Mungkur, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah terus memastikan kesiapan infrastruktur konektivitas dalam mendukung Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp. Upaya ini menjadi bagian dari peran PLN Icon Plus dalam menghadirkan dukungan konektivitas yang andal bagi agenda strategis nasional, sekaligus menjaga agar setiap infrastruktur yang dikelola tetap siap menjalankan fungsinya secara optimal. (*)

