BACAAJA, SEMARANG – Pilkada lewat DPRD masih jadi obrolan hangat. Di tengah arus partai-partai besar yang mulai melunak, PDIP tetap pasang sikap tegas. Mereka konsisten menolak dan tetap membela pilkada langsung.
Pengamat politik Undip, Muchamad Yuliyanto, menilai sikap PDIP bukan tanpa alasan. Menurutnya, PDIP adalah partai yang paling siap jika kontestasi diserahkan langsung ke rakyat.
“Kalau dilihat sejak reformasi sampai sekarang, partai yang paling solid, paling loyal, dan paling mampu mengelola pemilih langsung itu PDIP,” kata Yuliyanto, pengajar komunikasi politik FISIP Undip.
Bacaaja: Ganjar Tegesin PDIP Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD: Sudah Benar Pilih Langsung Aja!
Bacaaja: Pengamat Politik Undip: Parpol Pendukung Pilkada lewat DPRD Rampas Kedaulatan Rakyat
Ia menyebut kekuatan utama PDIP ada pada mesin partai dan basis pemilih yang dirawat lama. Tagline partainya wong cilik bukan sekadar slogan, tapi betul-betul dijalankan di lapangan.
PDIP, kata dia, terbiasa bertemu rakyat secara langsung. Mereka kuat di akar rumput, bukan sekadar mengandalkan elite atau hitung-hitungan kursi DPRD.
“Secara ideologi marhaenisme, PDIP memang lebih cocok dengan pemilihan langsung. Secara politik juga rasional, karena mereka punya modal pemilih,” ujarnya.
Yuliyanto yang juga pengelola LPSI Semarang menilai sikap PDIP kontras dengan banyak partai lain. Banyak partai dinilai belum siap bertarung langsung dan cenderung mencari jalur yang lebih instan.
Menurutnya, pilkada lewat DPRD justru menguntungkan partai yang lemah basis kader dan konstituennya. Sementara partai yang kuat di rakyat tak punya alasan untuk mundur.
“Bagi PDIP, pilkada langsung itu bukan beban. Justru itu medan bermain mereka,” katanya.
Ia juga menyebut PKS sebagai partai lain yang relatif siap dengan pilkada langsung. Kader dan simpatisannya solid, meski skalanya belum sebesar PDIP.
Sementara partai lain, lanjut Yuliyanto, masih sangat bergantung pada elite, koalisi, dan transaksi politik jangka pendek. (bae)


