BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang bakal jadi tuan rumah acara Dialog Nasional Praktik Baik Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar 28-30 April 2026 di Hotel Gumaya. Bukan sekadar kumpul formalitas, forum ini disiapkan jadi ruang tukar pengalaman antar daerah soal program makan bergizi yang lagi jadi perhatian nasional.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bilang, momen ini bukan cuma soal jadi tuan rumah, tapi juga kesempatan buat nunjukin praktik nyata di lapangan. Semarang pengin berbagi cara mereka ngejalanin program pangan yang nggak cuma jalan, tapi juga tertata.
Baca juga: Pemkot Semarang Masih Butuh 63 Dapur SPPG buat Program MBG
Pesertanya juga nggak kaleng-kaleng. Ada perwakilan dari 20 kota/kabupaten penandatangan Pakta Milan di Indonesia, ditambah beberapa kepala daerah dari Jateng seperti Magelang, Salatiga, Tegal, sampai Pekalongan. Bahkan Surabaya juga ikut nimbrung sebagai calon anggota.
Biar nggak cuma teori, peserta bakal diajak “turun gunung” alias kunjungan langsung ke tiga titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis) yang ada di Semarang. Tiga lokasi itu adalah SPPG Aspol Polda Jateng Rejosari, SPPG Kedung Mundu 2, dan SPPG Pedalangan.
Naik Level
Tiga SPPG ini dipilih karena dinilai sudah “naik level”. Mulai dari sistem distribusi makanan, alur pelayanan, sampai standar kebersihannya sudah sesuai aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Bahkan, ketiganya sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Di sana, peserta bisa lihat langsung gimana makanan disiapkan, didistribusikan, sampai dipastikan aman dikonsumsi. Jadi bukan cuma rapat dan slide presentasi, tapi benar-benar praktik di lapangan.
Baca juga: Semarang Siap Jadi “Dapur Ide” Program MBG
Pemkot berharap, apa yang sudah dijalankan SPPG ini bisa ditiru daerah lain. Harapannya sih sederhana tapi ambisius: kalau standar pelayanan bisa seragam, kualitas gizi masyarakat juga ikut naik, nggak tergantung daerahnya lagi.
Karena pada akhirnya, program makan bergizi itu bukan cuma soal bagi-bagi nasi kotak yang penting ada, tapi soal memastikan isinya benar-benar layak. Kalau cuma kenyang tanpa standar, ya itu bukan solusi, cuma penundaan masalah dengan lauk seadanya. (tebe)


