BACAAJA, KUDUS – Warga Jepang bentrok dengan 25 debt collector (DC) di Kudus, pada Selasa (13/10/2026) malam.
Bentrokan antara debt collector atau penagih utang dan warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pecah pada Selasa malam.
Polisi pun mendatangi lokasi, mengamankan situasi agar bentrokan segera dapat diredam. Dalam perkara ini, jajaran Polres Kudus mengamankan 25 orang debt collector.
Bacaaja: Apes! Tarik Mobil Gagal, Debt Collector Bengkulu Tewas Dibacok Nasabah
Bacaaja: Oknumn TNI Jadi Backing Matel, Kopral R Terlibat Pembacokan Anggota Brimob Banten
Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan warga terkait dugaan kekerasan fisik dalam proses penagihan utang.
“Kami mengevakuasi 25 debt collector ke Mapolres Kudus. Situasi sudah berhasil dikendalikan dan kondusif,” kata Wahyu kepada wartawan di Polres Kudus, Rabu (14/10/2026).
Menurut Wahyu, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Warga melaporkan adanya sekelompok penagih utang yang diduga melakukan kekerasan saat menagih utang kepada warga setempat.
“Betul ada sekelompok massa yang sedang melakukan upaya penagihan utang yang disertai proses kekerasan secara fisik dengan warga setempat,” ujarnya.
Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mengamankan 25 orang beserta barang bukti. Mereka juga menemukan senjata tajam yang kepemilikannya masih didalami.
“Ditemukan ada senjata tajam, kita cek punya siapa. Korban ada beberapa, nanti akan kita data,” jelas Wahyu.
Polisi menegaskan akan memproses kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara lengkap kronologi dan pihak-pihak yang terlibat.
Wahyu juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Ia memastikan kepolisian menangani perkara tersebut melalui jalur hukum.
“Kita imbau kepada warga masyarakat tetap kondusif, tidak ada main hakim sendiri. Kita langsung membuat laporan di lokasi supaya masyarakat tahu proses hukum dilakukan saat itu,” katanya.
Bentrokan ini diduga dipicu oleh cara penagihan utang yang disertai kekerasan. Polisi masih mendalami kejadian tersebut, termasuk dugaan penganiayaan dan kepemilikan senjata tajam yang ditemukan di lokasi. (*)

