BACAAJA, TOKYO — Kabar keren datang dari Jepang. Dua sopir bus asal Indonesia debut sebagai pengemudi bus profesional di Negeri Sakura lewat program Tokutei Ginou (visa pekerja berketerampilan khusus).
Momen ini disiarkan oleh TVKNewslink pada 25 Maret 2026, dan langsung jadi sorotan pemirsa di Jepang. Bukan cuma karena mereka orang Indonesia, tapi juga karena ada sejarah baru yang tercipta.
Dua sosok tersebut adalah Bagus dan Mahatmi. Keduanya merupakan lulusan Japan Indonesia Driving School (JIDS) di bawah naungan LPH Hiro di Karanganyar.
Bacaaja: Dari Indonesia ke Jepang: Cerita Sopir Bus Lulusan JIDS Meraih Masa Depan di Negeri Sakura
Bacaaja: Gaji Driver di Jepang Tembus Rp50 Juta! JIDS Gandeng LPK Hiro & Kamisora Buka Akademi
Mereka mulai bergabung dengan perusahaan bus Tokyu Bus sejak September tahun lalu setelah lolos program Tokutei Ginou.
Nggak instan, mereka harus menjalani pelatihan sekitar enam bulan. Sampai akhirnya, pada 15 Maret 2026, keduanya resmi debut di Depo Nijigaoka, Kota Kawasaki.
Sekarang? Mereka sudah aktif mengemudi dan melayani rute di wilayah Kawasaki dan Yokohama.
Buat Bagus, pengalaman jadi sopir bus di Jepang ternyata penuh momen hangat. Ia mengaku sering mendapat ucapan sederhana dari penumpang, terutama lansia.
“Akhirnya saya bisa debut. Penumpang lansia sering bilang ‘terima kasih’ atau ‘mohon bantuannya’ sebelum naik. Itu jadi kekuatan buat saya,” katanya.
Kata-kata seperti itu terlihat kecil dan remeh, tapi ngena banget. Karena itu berarti penumpang sangat respek terhadap sang juru kemudi.
Mahatmi pecah rekor: sopir bus perempuan asing pertama di jalanan Jepang. Menurut pihak Tokyu Bus, Mahatmi jadi sopir bus wanita pertama di Jepang yang debut lewat jalur Tokutei Ginou.
Ya, bukan cuma mewakili Indonesia, tapi juga bikin sejarah di Jepang. Meski sempat gugup, Mahatmi tetap optimistis.
“Ada sedikit gugup, tapi lebih banyak senangnya. Saya ingin mengantar penumpang sampai tujuan dengan selamat.”
Apa itu Tokutei Ginou?
Program Tokutei Ginou sendiri memang lagi jadi solusi Jepang buat mengatasi kekurangan tenaga kerja, termasuk di sektor transportasi seperti bus dan taksi yang baru masuk kategori ini beberapa tahun terakhir.
Menariknya, nggak cuma Bagus dan Mahatmi. Masih ada satu lagi pria asal Indonesia di Tokyu Bus yang siap menyusul debut dalam waktu dekat di wilayah Tokyo.
Kisah ini jadi bukti kalau peluang kerja di luar negeri makin terbuka, bahkan di bidang yang sebelumnya jarang dilirik seperti sopir bus.
Bukan cuma soal kerja, tapi juga soal kepercayaan, tanggung jawab, dan tentunya kebanggaan membawa nama Indonesia di level internasional.
Intinya: dari jalanan Indonesia ke rute bus di Jepang itu bukan hal yang mustahil. Peluangnya terbuka lebar. Bagus dan Mahatmi nunjukin kalau mimpi itu bisa “ngebut” sampai jauh.
Perlu diketahui, JIDS berada di bawah naungan PT Hiro Sejahtera Bersama dan berkolaborasi dengan LPK Kamisora Boyolali.
Fokusnya jelas: nyiapin driver profesional asal Indonesia buat langsung gas kerja di Jepang, terutama di sektor transportasi.
Direktur PT Hiro Sejahtera Bersama, Bowo Kristianto, menegaskan JIDS dibangun buat nyiapin pengemudi sejak nol sampai siap kerja di Jepang, bukan setengah-setengah. (*)


