BACAAJA, TAIWAN – Pasangan sesama jenis asal Taiwan menjadi sorotan setelah mengumumkan kelahiran empat bayi mereka melalui program surrogasi di Meksiko. Unggahan video yang memperlihatkan momen awal mereka menjadi orang tua justru memicu gelombang kritik dari warganet.
Pasangan bermarga Liu dan Lin ini menikah pada 2022, tiga tahun setelah Taiwan menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Keinginan Lin untuk memiliki anak mendorong mereka mencari negara dengan aturan surrogasi yang jelas, dan Meksiko menjadi pilihan karena legal serta teratur di beberapa wilayah seperti Tabasco dan Sinaloa.
Keempat bayi tersebut lahir dari dua ibu pengganti, masing-masing mengandung anak kembar dengan donor sel telur yang sama dan menggunakan sperma dari pasangan itu. Selama masa kehamilan, kedua ibu pengganti mendapatkan perawatan medis dan perlindungan asuransi penuh. Setelah lahir, bayi-bayi itu memperoleh akta kelahiran resmi yang mencantumkan kedua ayahnya, dan proses hukum di Meksiko memastikan mereka mendapat paspor dan visa yang sah.
Namun, kebahagiaan pasangan ini tidak sepenuhnya diterima publik. Video yang mereka unggah pada 11 November justru mengundang kritik. Salah satu momen yang dipersoalkan adalah ketika mereka memberi susu botol kepada bayi yang sedang tidur, yang dianggap berbahaya oleh sejumlah netizen.
“Jangan memberi makan bayi saat tidur, karena bisa menyebabkan tersedak,” tulis seorang pengguna.
Ada pula yang menganggap pasangan tersebut tidak siap menjadi orang tua. Sebagian warganet menyarankan mereka untuk mempekerjakan pengasuh profesional karena dianggap belum berpengalaman merawat bayi.
Bukan hanya soal perawatan, keputusan menggunakan surrogasi juga menuai perdebatan. Beberapa netizen menyarankan mereka mempertimbangkan adopsi, karena dianggap lebih etis dan lebih jelas dari sisi legalitas, meski program surrogasi yang mereka jalani sepenuhnya legal di Meksiko.
Biaya proses surrogasi ini diperkirakan mencapai 65.000–70.000 dolar AS, atau sekitar Rp975 juta hingga Rp1 miliar. Terlepas dari kritik, pasangan Liu dan Lin menyatakan bahwa mereka ingin anak-anaknya tumbuh tanpa harus disembunyikan dari publik, dan berharap kehadiran mereka diterima seperti keluarga lainnya. (*)


