BACAAJA, CIELUNGSI – Kasus perampokan brutal yang menyasar seorang lansia di Cileungsi akhirnya menemui titik terang. Setelah berbulan-bulan buron, pelaku utama yang masuk daftar pencarian orang berhasil ditangkap dengan cara yang tak biasa.
Kuncinya ada pada strategi nekat tapi cerdas. Polisi memilih turun langsung ke lapangan dengan menyamar sebagai tukang kambing demi mendekati target tanpa memicu kecurigaan.
Operasi ini dipimpin langsung Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison. Ia berperan sebagai juragan domba untuk mengelabui Emed alias Aki, DPO yang kabur sejak September 2025.
Aksi penyamaran itu berbuah manis. Emed berhasil diamankan di rumahnya di wilayah Cianjur pada Selasa, 16 Desember 2025. Penangkapan berlangsung mulus tanpa perlawanan, karena pelaku sama sekali tak menyangka calon “pembeli ternak” yang datang adalah polisi.
“Penyamaran ini kami pilih supaya bisa masuk ke lingkungan target dengan aman. Alhamdulillah, berjalan lancar,” ujar Kompol Edison saat memberikan keterangan di Cibinong.
Kasus ini sendiri sempat bikin geger warga. Kejadiannya berlangsung dini hari, 7 September 2025, di Kampung Kubang, Desa Jatisari, Cileungsi. Sekelompok pelaku mendatangi rumah korban yang sudah lanjut usia.
Aksi mereka bukan cuma merampok. Korban dicekik, mulutnya dilakban, lalu dianiaya hingga mengalami luka berat dan kehilangan gigi depan. Kekerasan itu menyisakan trauma mendalam.
Para pelaku kabur membawa harta korban, mulai dari mobil Toyota Avanza, sepeda motor Honda Vario, dokumen penting, hingga uang tunai sekitar Rp79 juta.
Penelusuran polisi sempat menemui jalan berliku. Mobil korban terlacak di kawasan Tajur, Bogor, saat hendak dijual. Namun para pelaku keburu kabur setelah merasa dicurigai pihak dealer.
Titik terang baru muncul awal Desember. Salah satu pelaku bernama Kumis tertangkap di Batang, Jawa Timur, pada 7 Desember 2025. Ironisnya, ia diamankan bukan karena kasus perampokan ini, melainkan dugaan pencurian 60 ekor kambing.
Dari situlah kepingan puzzle mulai tersusun. Hasil pemeriksaan Kumis mengarah pada lokasi persembunyian Emed di Cianjur. Polisi pun menyesuaikan strategi, memilih pendekatan yang sesuai dengan “dunia” para pelaku.
Dengan kedok transaksi jual beli domba, penyidik berhasil mendekati Emed tanpa menimbulkan curiga. Begitu situasi aman, pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Mapolsek.
Kini, Emed bersama Kumis dan pelaku lainnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta upaya mengembalikan aset korban.
Kasus ini jadi bukti, kadang cara paling efektif bukan selalu yang paling keras, tapi yang paling cerdas dan tak terduga. (*)


