BACAAJA, SURAKARTA– Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memastikan hingga saat ini belum ada kasus virus Nipah yang ditemukan di wilayah Jawa Tengah. Meski statusnya masih nol, masyarakat diminta tetap siaga dan nggak abai soal pola hidup sehat.
“Terkait virus Nipah, di Jawa Tengah masih zero. Tapi tetap harus antisipasi. Pola hidup sehat, buah dicuci dulu, kalau ada gejala segera periksa,” ujar Luthfi di Surakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Waspada Nipah Datang Pelan, Ancaman Nyata di Asia
Menurut Luthfi, Pemprov Jateng sebenarnya sudah punya sistem penjagaan berlapis lewat program dokter spesialis keliling (Speling) yang menjangkau hingga tingkat desa. Sistem ini dirancang untuk deteksi dini dan pencegahan sebelum penyakit berkembang lebih luas. “Kita punya program Speling sampai tingkat desa. Saya yakin penjagaan kita luar biasa,” katanya.
Pengawasan Internal
Selain pengawasan internal, Luthfi juga mengingatkan masyarakat yang sering bepergian ke luar negeri atau beraktivitas lintas wilayah agar lebih perhatian pada kondisi tubuh dan asupan makanan. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan, khususnya buah-buahan, yang berpotensi terpapar virus jika tidak dibersihkan dengan baik.
Sebagai catatan, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah sebagai inang alami. Penularannya bisa lewat kontak dengan hewan terinfeksi, makanan yang terkontaminasi, atau kontak erat antarmanusia.
Baca juga: Kelelawar Bersarang di Atap Rumah? Waspadai Ancaman Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia
Sampai sekarang, belum ada vaksin khusus untuk virus Nipah. Itu sebabnya, pencegahan dan kewaspadaan dini jadi senjata utama. Statusnya memang masih nol. Tapi virus nggak kenal zona nyaman. Jadi sebelum sibuk cari masker, mungkin mulai dari hal paling simpel dulu: cuci buah, jaga badan, dan jangan ngerasa kebal cuma karena belum ada kasus. (tebe)


