BACAAJA, PEMALANG- Perjalanan mudik Arif Irawan (37) bareng istri dan anaknya berubah jadi pengalaman yang nggak bakal dilupain. Bukannya makin dekat tujuan, mereka justru tersesat di tengah hutan gara-gara nekat ambil jalur alternatif.
Awalnya, perjalanan dari Banyumas menuju Pekalongan berjalan normal. Sampai akhirnya, Arif mengikuti petunjuk aplikasi peta yang mengarah ke jalur alternatif lewat Desa Pabuaran.
Sempat berhenti buat istirahat dan salat Maghrib, perjalanan dilanjutkan tanpa curiga. Tapi lama-lama, kondisi jalan berubah, makin sempit, gelap, dan sepi. Puncaknya, mereka masuk kawasan hutan dan perbukitan di Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh.
Baca juga: Valet Ride Polda Jateng Jadi “Jurus Anti Capek” Pemudik
Ngerasa nggak aman, Arif coba putar balik. Sayangnya, keputusan itu datang agak telat. Hujan tiba-tiba turun, bikin jalan tanah berubah jadi licin dan berlumpur. Motor yang mereka pakai beberapa kali tergelincir, sementara kondisi sekitar gelap gulita tanpa penerangan.
Di tengah situasi mencekam itu, Arif akhirnya ambil keputusan penting: menghubungi layanan darurat 110. Panggilan tersebut langsung direspons cepat oleh pihak kepolisian. Informasi diteruskan ke Polsek Bodeh, dan tim langsung bergerak menyisir lokasi.
Medannya nggak mudah, jalan berlumpur, hutan gelap, plus kondisi cuaca yang nggak bersahabat. Tapi akhirnya, Arif dan keluarganya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Dievakuasi
Mereka kemudian dievakuasi ke rumah perangkat desa setempat untuk beristirahat. Nggak berhenti di situ, polisi dan warga juga balik lagi ke lokasi buat mengevakuasi motor yang sempat tertinggal.
Setelah semua aman, Arif dan keluarga bahkan diantar sampai tujuan akhir mereka di Desa Sidomulyo, Pekalongan. Arif pun nggak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku bantuan cepat dari polisi jadi penyelamat di momen kritis itu.
Baca juga: Jalur Tengah Jateng Siap Jadi Favorit Pemudik
Sementara itu, pihak kepolisian mengingatkan para pemudik agar tidak sembarangan memilih jalur alternatif, apalagi saat kondisi cuaca tidak menentu. Kalau menghadapi situasi darurat, masyarakat diminta nggak ragu untuk langsung menghubungi 110.
Kadang yang kita kira “jalan pintas”, justru jadi jalan paling jauh, untung kali ini, sinyal masih ada… dan bantuan datang sebelum cerita berubah jadi tragedi. (tebe)


