BACAAJA, MAGELANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyambangi kediaman KH Muhammad Yusuf Chudlori di Magelang, Senin (6/4/2026). Silaturahmi ini jadi ajang ngobrol santai yang ternyata penuh isu strategis.
Begitu datang, suasana langsung cair. Jabat tangan, pelukan, lalu lanjut diskusi panjang. Topiknya? Nggak jauh-jauh dari PR besar di Jateng, pengentasan kemiskinan.
Baca juga: Kemiskinan Jateng Turun Jadi 9,48 Persen, Wagub Minta OPD Tak Bekerja Sektoral
Menurut Luthfi, masalah kemiskinan itu nggak bisa ditangani “setengah-setengah”. Nggak cukup cuma benahi rumah atau kasih bantuan sekali jalan. “Harus terpola. Nggak bisa sendiri-sendiri. Kemiskinan itu bukan cuma soal perut, tapi juga pendidikan, kesehatan, sampai ekonomi,” jelasnya.
Artinya, pendekatan yang dipakai harus menyeluruh. Dari hulu sampai hilir, semua sektor harus ikut disentuh biar hasilnya terasa. Gus Yusuf pun satu frekuensi. Sebagai ulama yang juga paham dinamika sosial dan politik, ia sepakat kalau penanganan kemiskinan butuh strategi yang lebih dalam, bukan sekadar program instan.
Isu Global
Nggak cuma bahas soal sosial, obrolan mereka juga nyerempet isu global. Salah satunya soal cadangan minyak di tengah situasi Timur Tengah yang lagi nggak stabil.
Menanggapi itu, Luthfi memastikan kalau stok BBM di Jateng masih aman. Soal harga, memang jadi ranah pemerintah pusat, tapi Pemprov tetap siaga dengan langkah antisipasi.
Baca juga: Jateng Ngebut Tekan Kemiskinan, Tapi Udah Cukup Belum?
Di balik obrolan santai dua tokoh, terselip kenyataan: masalah rakyat nggak pernah sesederhana ngobrolnya. Karena kadang, yang paling sulit bukan mencari solusi, tapi memastikan semua benar-benar jalan bareng, bukan jalan sendiri-sendiri. (tebe)


