Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ngaku Kerja di Pelayaran, Ternyata Pelaku Penganiayaan di Sleman Hanya Staf Admin Pelabuhan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Ngaku Kerja di Pelayaran, Ternyata Pelaku Penganiayaan di Sleman Hanya Staf Admin Pelabuhan

Polisi menegaskan, TTW bukanlah pelaut atau lulusan sekolah pelayaran. Ia hanya bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan yang beroperasi di kawasan pelabuhan Morowali, Sulawesi Tengah.

Nugroho P.
Last updated: Juli 8, 2025 6:45 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Tersangka 'TTW 'Mas Pelayaran'
SHARE

NARAKITA, SLEMAN – Kasus penganiayaan yang menimpa seorang perempuan berinisial AML di Sleman, DIY, membuka fakta baru tentang pelaku utamanya, TTW. Pria yang sempat mengaku sebagai pekerja di pelayaran itu ternyata bukan seperti yang ia klaim.

Polisi menegaskan, TTW bukanlah pelaut atau lulusan sekolah pelayaran. Ia hanya bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan yang beroperasi di kawasan pelabuhan Morowali, Sulawesi Tengah.

“Jadi, saya luruskan ya, untuk TTW tersebut, bukan dari pelayaran atau sekolah pelayaran. Cuma yang bersangkutan kerja di perusahaan sebagai staf admin pelabuhan di Morowali,” ujar Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Wahyu Agha Ari Septyan, pada Senin (7/7/2025).

Menurut Wahyu, pengakuan TTW sebagai pelaut kemungkinan besar hanya untuk menunjukkan sisi dirinya yang disiplin dan teratur, bukan karena benar-benar berasal dari dunia pelayaran.

“Intinya, penyebutan dari pelayaran itu hanya karena dia ingin menunjukkan bahwa dirinya disiplin, tertib waktu, dan tidak suka keterlambatan,” katanya.

Insiden bermula dari keterlambatan pengantaran makanan yang hanya berbeda lima menit dari estimasi waktu yang ditentukan. Hal sepele ini memicu kemarahan TTW.

“Telat lima menit dari jadwal pesanan,” tambah Wahyu.

Tak hanya TTW, dua orang lain berinisial RTW dan RHW juga turut serta dalam aksi kekerasan terhadap AML, yang disebut-sebut sebagai kekasih dari driver ShopeeFood yang kala itu mengantar pesanan.

Ketiganya kini resmi menjadi tersangka dan dijerat dengan Pasal 170 atau Pasal 351 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama atau penganiayaan.

“Ancaman hukuman maksimalnya lima tahun penjara,” tegas Wahyu.

Polisi pun terus mendalami peran masing-masing pelaku dalam kejadian tersebut. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keadilan hukum ditegakkan.

Korban, AML, telah menerima perawatan medis dan turut memberikan keterangan dalam proses penyidikan. Keberadaannya disebut stabil meski masih dalam pemulihan.

Kasus ini menyita perhatian publik setelah video kejadian tersebar luas di media sosial. Warganet ramai mengecam tindakan TTW dan rekannya yang dinilai tidak manusiawi.

Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan video lebih lanjut dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

“Biarkan kami bekerja, proses hukum akan kami jalankan secara transparan,” ujar Wahyu.

Sampai saat ini, TTW, RTW, dan RHW masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Polresta Sleman. Polisi memastikan bahwa proses hukum terhadap mereka akan dilakukan secara objektif.

Keluarga korban pun berharap keadilan bisa ditegakkan dan pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya. Mereka mengaku masih trauma atas peristiwa tersebut.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa emosi yang tak terkendali bisa berujung fatal, bahkan terhadap hal-hal yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan tenang.

Pihak kepolisian juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memberikan keterangan tambahan terkait kasus tersebut untuk segera melapor.

Kasus ini masih dalam proses pendalaman dan akan terus dikembangkan untuk mencari kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Kini, masyarakat berharap kasus tersebut bisa menjadi pelajaran, agar tindakan kekerasan tidak lagi dianggap sebagai penyelesaian masalah, apalagi hanya karena keterlambatan lima menit. (*)

You Might Also Like

Viral! Pegawai Ditjen Pajak Kirim Surat ke Istana Minta Prabowo-Gibran dan Purbaya Mundur

Langit Beijing Mendadak Gempar, Pesawat Kecil Hantam Menara Ikonik Kota

Bukan Cuma Mabuk, Vape Isi Etomidate Bisa Bikin Koma dan Tewas, dari Kasus Jonathan Frizzy

Denny Caknan Siap Goyang Banjarnegara Lewat Konser Gratis Warisan Rasa

Paspor Malaysia Geser AS, Dunia Kaget Nih!

TAGGED:aksi solidaritas driver shopeefood jogjamas pelayaranpelayaranshopeefood jogja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Soal Ancaman Trump ke BRICS, Menkeu Tegaskan Sikap Hati-hati RI
Next Article Geger Robot Polisi Biaya Fantasis, Kapolri Buka Suara Soal Sumber Dananya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pimpinan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok. (ist)

“Kami Pulang Dulu”, Warga Pati Pamit setelah Bikin Kesepakatan dengan Pimpinan DPR RI

Gunung Ungaran Mau Dibor? Tenang, Jalannya Masih Panjang

Sehari Tiga Iman, Agustina: Beda Bukan Berarti Berjarak

Akhirnya DPR Kasih Kepastian, RUU Perampasan Aset Diketok Desember

Demo DPR Polisi Amankan 65 Orang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Jateng Gas Pol Manajemen Talenta

Januari 9, 2026
Peristiwa viral di Blora insiden pria menendang kucing. Foto: ist
Viral

Viral! Pria Tua Tendang Kucing sampai Mati di Blora, Polisi: Pelaku Diduga Lawyer

Februari 2, 2026
Plesir

Brown Canyon Tembalang: Estetik Buat Foto tapi Bikin Was-was

April 12, 2026
Tips

Tips Agar Tidak Terjebak Gogle Maps yang Ngaco

Maret 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ngaku Kerja di Pelayaran, Ternyata Pelaku Penganiayaan di Sleman Hanya Staf Admin Pelabuhan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?