CILACAP, BACAAJA – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme pidana mati Anang Rachman meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis. Dia ditahan di Nusakambangan, Jawa Tengah.
Informasi yang dihimpun, Anang Rachman yang merupakan terpidana mati kasus kerusuhan Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, meninggal pada hari Sabtu (7/3/2026).
Perihal meninggalnya Anang Rachman dibenarkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Mardi Santoso membenarkan hal itu.
“Iya ada (WBP yang meninggal). Coba komunikasi sama Kalapas Permisan (Nusakambangan),” kata Mardi saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Minggu (8/3/2026).
Mardi mengatakan Anang Rachman meninggal dunia karena sakit. Anang sebelumnya sudah mendapatkan perawatan medis, termasuk di rumah sakit. Jenazahnya sudah diserahkan ke pihak keluarga dengan pendampingan dana fasilitasi baik dari pihak pemasyarakatan maupun Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri.
Informasi yang dihimpun, Anang Rachman alias Abu Arumi sebelumnya ditangkap di Bogor pada Mei 2018. Berdasar penelusuran informasi dari putusan perkara napi terorisme M. Mustaqim alias Abu Raisya, Anang Rachman diketahui sempat dideportasi dari Turki karena berusaha masuk ke Suriah bergabung kelompok ISIS sebelum tahun 2018.
Dia kemudian merencanakan berbagai aksi teror baik di Bogor maupun di tempat lain seiring pecah Rusuh Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta pada Mei 2018. Perencanaan serangannya baik menggunakan senjata tajam maupun bom rakitan.
Dia divonis mati oleh hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Rabu 21 April 2021. Selain Anang, ada 5 terdakwa lain yang divonis mati kasus serupa. Masing-masing; Suparman alias Maher, Syawaludin Pakpahan, Suyanto alias Abu Iza, Wawan Kurniawan dan Handoko alias Abu Bukhori.
Nama terakhir yakni Handoko alias Abu Bukhori juga diketahui meninggal dunia saat penahanan di Nusakambangan. Handoko meninggal dunia pada Kamis 16 September 2021 dini hari di RSUD Cilacap. Dia ditahan di Lapas Batu Nusakambangan.
Handoko meninggal karena sakit, jenazahnya kemudian diserahkan pihak keluarga Kelurahan Kubang Raya, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.


