BACAAJA, SEMARANG- Penumpang KA Argo Merbabu kini bisa merasakan suasana berbeda saat naik kereta jurusan Semarang-Jakarta. Rangkaian kereta ini tampil dengan desain lawas atau vintage livery yang terinspirasi dari kereta ABL-9000.
Desain tersebut dihadirkan KAI Daop 4 Semarang bersama Indonesian Railway Preservation Society (IRPS). Meski tampilannya dibuat bernuansa tempo dulu, KA Argo Merbabu tetap melayani penumpang seperti biasa.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, desain tersebut sengaja dihadirkan untuk membawa kembali suasana perkeretaapian zaman dulu ke dalam layanan kereta saat ini.
Baca juga: Daop 4 Tutup Enam Perlintasan Liar Sepanjang 2026
“Melalui vintage livery ini, kami menghadirkan kembali nuansa salah satu kereta bersejarah dalam bentuk yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat saat ini,” ujar Luqman, Senin (28/9/2026).
Satu rangkaian KA Argo Merbabu dengan desain tersebut terdiri dari sembilan kereta eksekutif New Image, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit. Total tersedia 450 tempat duduk dalam sekali perjalanan.
Perjalanan Sejarah
Kereta ABL-9000 yang menjadi inspirasi desain tersebut mulai digunakan pada 1 Oktober 1954 oleh Djawatan Kereta Api (DKA). Saat itu, kereta tersebut digunakan untuk mendukung perjalanan ekspres di sejumlah rute, termasuk Jakarta-Semarang, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Yogyakarta, dan Jakarta-Bandung.
ABL-9000 juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia. Pada 1955, kereta ini digunakan untuk mendukung perjalanan peserta Konferensi Asia-Afrika.
Baca juga: KAI Semarang Tambah Kereta ke Jakarta Antisipasi Lonjakan Penumpang Imbas Erupsi
“Yang kami hadirkan hari ini bukan sekadar tampilan livery lama. Ada cerita panjang di baliknya,” kata Luqman. Perjalanan dengan nuansa lawas ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 KAI yang diperingati pada 28 September 2026.
Livery-nya memang vintage, tetapi jadwal dan pelayanannya tetap masa kini. Setidaknya, nostalgia sekarang tak perlu naik mesin waktu, cukup naik kereta. (bae)

