Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Mengenal Masjid Nusantara Watu Sanggar, Harmoni Islam dan Budaya Jawa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mengenal Masjid Nusantara Watu Sanggar, Harmoni Islam dan Budaya Jawa

Bangunan masjid ini terlihat beda dari masjid pada umumnya. Arsitekturnya memadukan kubah dengan ornamen gunungan khas budaya Jawa. Perpaduan itu membuat masjid terasa kental dengan nuansa Nusantara.

Nugroho P.
Last updated: Maret 8, 2026 7:17 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Di Purbalingga, ada satu tempat ibadah yang langsung mencuri perhatian warga. Banyak orang mulai penasaran dan datang untuk mengenal Masjid Nusantara Watu Sanggar yang baru saja diresmikan. Bukan cuma tempat sholat, masjid ini juga punya cerita budaya yang kuat.
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Di Purbalingga, ada satu tempat ibadah yang langsung mencuri perhatian warga. Banyak orang mulai penasaran dan datang untuk mengenal Masjid Nusantara Watu Sanggar yang baru saja diresmikan. Bukan cuma tempat sholat, masjid ini juga punya cerita budaya yang kuat.

Peresmian masjid ini dihadiri Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani. Acara berlangsung hangat di Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Sabtu 7 Maret 2026. Warga sekitar ikut meramaikan momen penting tersebut.

Bangunan masjid ini terlihat beda dari masjid pada umumnya. Arsitekturnya memadukan kubah dengan ornamen gunungan khas budaya Jawa. Perpaduan itu membuat masjid terasa kental dengan nuansa Nusantara.

Dalam sambutannya, Dimas mengaku kagum dengan konsep bangunan masjid ini. Menurutnya, desain yang memadukan unsur Islam dan budaya Jawa bukan sekadar estetika. Ada filosofi mendalam yang ingin disampaikan lewat arsitektur tersebut.

Dimas juga menyampaikan ucapan selamat atas rampungnya pembangunan masjid itu. Ia menilai kehadiran masjid ini menjadi simbol harmoni antara nilai spiritual dan kearifan lokal. Hal seperti ini dinilai penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus nilai agama.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga pun menyatakan siap mendukung perkembangan masjid tersebut. Dukungan itu bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga pengembangan kegiatan keagamaan. Harapannya, masjid bisa menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Menurut Dimas, masjid ini memiliki potensi besar untuk berkembang. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga bisa menjadi ruang belajar dan pusat kegiatan sosial. Bahkan, peluang sebagai destinasi wisata religi juga terbuka.

Rencana pengembangan masjid memang cukup luas. Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi tempat berkumpulnya berbagai kegiatan keagamaan dan edukasi. Masyarakat sekitar juga bisa ikut merasakan manfaatnya secara ekonomi.

Penanggung jawab pembangunan masjid, Amir Panoto, menjelaskan proses pembangunan tidak berlangsung singkat. Proyek ini dimulai sejak awal tahun 2024. Butuh waktu hampir dua tahun hingga akhirnya selesai.

Menurut Amir, konsep arsitektur sejak awal memang dirancang berbeda. Tim perancang ingin memadukan seni Islam dengan kekayaan budaya Jawa. Hasilnya terlihat jelas pada setiap detail bangunan.

Salah satu ciri paling mencolok adalah ornamen gunungan. Total ada 25 ornamen gunungan yang dipasang di berbagai bagian masjid. Angka tersebut melambangkan jumlah nabi dan rasul dalam ajaran Islam.

Dalam tradisi pewayangan Jawa, gunungan punya makna yang dalam. Gunungan dianggap sebagai simbol pusat kehidupan. Dalam konteks masjid ini, maknanya dihubungkan dengan kebesaran Tuhan.

Selain gunungan, bagian atas masjid juga menarik perhatian. Di sana berdiri sembilan kubah yang bentuknya menyerupai stupa. Desain ini dibuat sebagai penghormatan kepada Wali Songo.

Wali Songo dikenal sebagai tokoh penting penyebaran Islam di tanah Jawa. Kehadiran sembilan kubah itu menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para wali. Sekaligus mengingatkan perjalanan dakwah Islam di Nusantara.

Tak berhenti di situ, ada juga lima kubah kecil di sekeliling bangunan utama. Lima kubah itu mewakili lima rukun Islam. Simbol ini menjadi pengingat nilai dasar dalam ajaran Islam.

Dengan berbagai simbol tersebut, masjid ini terasa penuh makna. Setiap ornamen bukan sekadar hiasan. Ada pesan spiritual dan budaya yang disampaikan melalui desainnya.

Warga yang datang pun sering berhenti lama untuk memperhatikan detail bangunan. Banyak yang mengabadikan sudut-sudut masjid dengan kamera ponsel. Tempat ini pelan-pelan mulai dikenal luas.

Keunikan arsitekturnya membuat masjid ini cepat menyebar di media sosial. Foto-foto bangunannya sering muncul di berbagai unggahan. Dari situ, makin banyak orang tertarik datang langsung.

Masjid Nusantara Watu Sanggar akhirnya tidak hanya menjadi tempat ibadah. Ia juga menjadi simbol pertemuan antara agama dan budaya lokal. Harmoni itu terasa kuat dari bentuk hingga filosofi bangunannya.

Bagi warga sekitar, kehadiran masjid ini membawa kebanggaan tersendiri. Desa Mangunegara kini punya ikon baru yang unik. Tempat yang bukan hanya indah, tapi juga sarat makna.

Karena itu, banyak orang kini datang untuk sekadar melihat atau beribadah. Mereka ingin lebih dekat dan benar-benar mengenal Masjid Nusantara Watu Sanggar. Sebuah masjid yang memadukan iman, budaya, dan identitas Nusantara dalam satu bangunan. (*)

You Might Also Like

Mahasiswa Semarang Turun Jalan, Tolak KUHAP: Ini Nginjek-injek HAM

Drama PBNU Berakhir, Islah di Lirboyo Sepakati Gelar Muktamar ke-35

PDIP Jateng Fokus Konsolidasi Internal, Dolfie: Gak Ribet Ngurus Agenda Partai Lain

PWI: Bencana Bukan Cuma Angka, Ada Manusia di Baliknya

UMK Semarang Nggak Bisa Seenaknya, Semua Harus Ikut Aturan Pusat

TAGGED:masjidMasjid Nusantara Watu Sanggarmasjid watu sanggar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Enam Laga Terakhir Jadi “Ujian Nasib” PSIS
Next Article Tarling, Ngaji Bareng, dan Sedikit “Wejangan”: Malam Nuzulul Qur’an Versi Agustina

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi pecinta kopi 'menyingkirkan' menu Americano, dengan mengganti namanya.

Americano ‘Disingkirkan’ dari Menu Coffee Shop, Dampak Sentimen Anti-AS Menguat

Proyek Tanggul Laut Semarang Udah Jalan, Mengapai Walhi Konsisten Mengkritik?

Guru Paruh Waktu, Luka Penuh Waktu

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (ist)

Sejumlah Sekolah di Jateng Ramai-ramai Tolak MBG, BGN Pasrah: Boleh Kok!

Tarling, Ngaji Bareng, dan Sedikit “Wejangan”: Malam Nuzulul Qur’an Versi Agustina

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi penangkapan tersangka.
Hukum

Cemburu Keras! Istri Potong Kemaluan Suami hingga Tewas

Oktober 23, 2025
Adrian, mantan awak kapal perikanan saat bercerita di Semarang, Senin (19/1/2026). (bae)
Info

Cerita Ngeri Mantan Awak Kapal, Menangis Sedih Lihat Jenazah Teman Disimpan di Freezer

Januari 20, 2026
Kereta cepat Whoosh.
Info

Bandingkan Whoosh vs Haramain, Mana Lebih Worth It?

Oktober 25, 2025
Sepak Bola

Erick Thohir: Maaf, Mimpi Garuda ke Piala Dunia 2026 Harus Tertunda Dulu

Oktober 12, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mengenal Masjid Nusantara Watu Sanggar, Harmoni Islam dan Budaya Jawa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?