BACAAJA, SEMARANG – SMAN 6 Semarang tak cuma jadi lokasi Meet & Greet Densus. Sekolah ini juga disiapkan sebagai titik awal penyebaran edukasi agar pesan pencegahan radikalisme menyebar ke banyak sekolah.
Kepala SMAN 6 Semarang, Yuwana, mengaku bersyukur sekaligus bangga sekolahnya dipercaya jadi pilot project. Ia berharap kepercayaan ini bisa dijaga dengan baik.
Ia optimistis para siswa adalah calon pemimpin bangsa. Dalam waktu tak lama lagi, merekalah yang akan mengisi posisi strategis di masyarakat.
Bacaaja: Densus Masuk Sekolah Mau Cari Apa? Ternyata Bahas Ini, Bikin Heboh SMAN 6 Semarang
Bacaaja: Puluhan Anak Jateng Terpapar Konten Ideologi Kekerasan, Kapolda Bentuk Tim Khusus
Karena itu, Yuwana berharap nilai-nilai toleransi sudah tertanam sejak bangku sekolah. Tujuannya agar kelak kepemimpinan diisi tanpa bayang-bayang paham ekstrem.
“Mudah-mudahan bisa mengisi kepemimpinan ini tanpa adanya intoleransi, radikalisme, terorisme di kalangan pemimpin-pemimpin kita,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Ia menilai SMAN 6 mendapat kehormatan besar sebagai sekolah pertama yang dipilih.
“Maka kami berterima kasih yang luar biasa sebagai tempat pertama untuk mendidik, sosialisasi, dan melatih anak-anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Yuwana.
Pihak sekolah mengaku sudah melakukan antisipasi lewat pendampingan di setiap kegiatan siswa. Total saat ini ada 1.275 peserta didik di SMAN 6 Semarang.
“Anak kami ada 1.275 peserta didik atau siswa sekarang. Kami dampingi dalam setiap kegiatan,” katanya.
Untuk kegiatan Meet & Greet Densus ini, yang hadir adalah perwakilan lima siswa dari tiap kelas. Mereka akan jadi penyambung materi ke teman-temannya.
“Yang hadir di ruang ini perwakilan lima tiap kelas yang nanti akan menyampaikan materi sebaik-baiknya kepada rekan-rekannya,” jelas Yuwana.
Ia berharap pesan yang diterima bisa menyebar luas dan dipahami oleh seluruh siswa. Dengan begitu, dampak kegiatan tak berhenti di satu ruangan saja. (bae)


