BACAAJA, SEMARANG- Pengurus Masjid Baiturrahman Semarang resmi membatasi penggunaan pengeras suara luar selama Ramadan. Kebijakan ini disampaikan Ketua Takmir, Dr KH Multazam Ahmad, MPd, Kamis (19/2/2026).
Intinya simpel: azan tetap pakai pengeras suara luar, tadarus juga boleh. Tapi lewat pukul 21.00 WIB? Speaker luar istirahat dulu. Kalau kegiatan tadarus masih lanjut setelah jam 21.00, suara bakal dialihkan ke pengeras suara dalam masjid. Jadi nggak ada lagi cerita semalaman full speaker luar. “Tidak semalam suntuk menggunakan pengeras suara luar,” kata Multazam.
Keputusan ini bukan ujug-ujug. Sudah lewat kesepakatan dewan masjid dengan satu tujuan: ibadah jalan, lingkungan tetap nyaman. Termasuk soal tradisi membangunkan sahur yang tetap ada, tapi dilakukan dengan bijak dan nggak berlebihan.
Berusaha Fleksibel
Multazam mengakui, pernah ada warga yang menyampaikan kondisi tertentu, seperti anggota keluarga yang sakit. Karena itu, pihak masjid berusaha fleksibel dan terbuka kalau ada pengaduan.
“Kalau ada warga sakit, tentu kita jelaskan dan atur agar tidak mengganggu,” ujarnya. Pengurus juga mengingatkan jamaah supaya nggak mentang-mentang di masjid lalu volume digeber maksimal. Aturan sudah ada: speaker luar dibatasi sampai pukul 21.00 WIB untuk tarawih dan tadarus. Selebihnya, cukup pakai speaker dalam.
Pesannya jelas: Ramadan bukan cuma soal kerasnya suara syiar, tapi juga lembutnya sikap saling memahami. Karena ibadah yang indah itu bukan yang paling lantang terdengar, tapi yang paling bikin sekitar merasa nyaman. (tebe)


