BACAAJA, PURBALINGGA – Momen hangat halalbihalal berubah jadi duka saat seorang bocah berinisial Um (4) meninggal dunia usai terperosok ke sumur. Peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Sabtu siang. Suasana kumpul keluarga mendadak panik saat kejadian tak terduga itu berlangsung.
Bocah asal Desa Panusupan, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara itu datang bersama keluarganya untuk silaturahmi. Kegiatan halalbihalal digelar di rumah kerabat di Dusun Trajumaya. Awalnya semua berjalan normal tanpa tanda bahaya.
Sekitar pukul 13.30 WIB, korban bermain bersama kakaknya di halaman depan rumah. Lokasinya tak jauh, hanya sekitar 10 meter dari tempat acara berlangsung. Namun situasi berubah saat korban menginjak penutup sumur berbahan asbes.
Penutup sumur tersebut ternyata tidak cukup kuat menahan beban tubuh korban. Seketika, bocah kecil itu terperosok ke dalam sumur sedalam kurang lebih 11 meter. Keluarga yang mengetahui kejadian itu langsung histeris dan meminta pertolongan.
Laporan pun segera diteruskan ke petugas pemadam kebakaran dan BPBD Purbalingga. Tim gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Upaya penyelamatan dilakukan dengan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan tambahan.
Proses evakuasi melibatkan sejumlah pihak, termasuk tim dari Basarnas USS Banyumas. Sebanyak lima personel BPBD diterjunkan untuk membantu proses pengangkatan korban. Medan yang cukup dalam membuat proses evakuasi berjalan tidak mudah.
Kendala utama datang dari kedalaman sumur yang mencapai sekitar 10 hingga 11 meter. Petugas harus ekstra hati-hati saat turun ke dalam sumur. Waktu pun terus berjalan sementara harapan keluarga masih menggantung.
Sekitar pukul 15.50 WIB, korban akhirnya berhasil diangkat ke permukaan. Namun kondisi korban sudah tidak bernyawa saat ditemukan. Suasana duka langsung menyelimuti keluarga yang sejak awal menunggu penuh harap.
Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini jadi pengingat pentingnya memastikan keamanan lingkungan, terutama di sekitar anak-anak. Halalbihalal yang seharusnya penuh kebahagiaan pun berubah jadi kenangan pilu. (*)


