BACAAJA, SIDOARJO- Atmosfer Stadion Gelora Delta Sidoarjo alias “Kandang Macan” bakal panas, Minggu (22/2/2026) malam. PSIS Semarang dijamu Deltras FC dalam lanjutan Championship 2025/2026.
Pelatih PSIS, Andri Ramawi, nggak muter-muter soal target. Straight to the point. “Kami nggak punya pilihan. Siapa pun lawannya, kami main buat tiga poin.”
Kalimatnya simpel, tapi nadanya tegas. PSIS lagi nggak dalam posisi santai. Duduk di peringkat 9 klasemen sementara dengan koleksi 12 poin (3 menang, 3 imbang), Mahesa Jenar butuh lonjakan kalau masih mau napasnya panjang di kompetisi ini.
Baca juga: Empat Pemain PSIS Masuk Ruang Perawatan
Evaluasi dari laga lawan Persela Lamongan juga udah dikantongi. Secara permainan? Ada progres. Peluang? Banyak. Tapi finishing masih jadi PR klasik.
“Kami bisa bikin peluang, tapi belum maksimal di penyelesaian akhir,” ujar Andri. Harapannya, saat lawan Deltras, peluang nggak cuma jadi statistik, tapi jadi gol.
Di saat yang sama, bek senior PSIS, Otavio Dutra menegaskan timnya telah melupakan hasil buruk di laga terdahulu. Menurutnya, situasi tim kini berbeda dengan hadirnya pelatih dan pendekatan baru.
“Kekalahan di kandang sudah kami lupakan. Sekarang suasananya baru, pelatih baru, strategi baru, dan motivasi baru. Kami datang dengan keyakinan bisa mencuri poin di sini. Deltras memang tim yang solid karena sudah lama bersama, tapi kami percaya dengan kekuatan tim sendiri,” ujar Dutra.
Waspadai Set Piece
Di sisi lain, kubu tuan rumah nggak tinggal diam. Pelatih Deltras, Widodo Cahyono Putro sudah kasih briefing khusus ke anak asuhnya: hati-hati bola mati!
Menurutnya, kekuatan paling efektif PSIS ada di skema set piece. Dan di situ ada satu sosok senior yang berbahaya: Otavio Dutra. “PSIS cukup bagus dalam set piece. Ada Dutra yang jago manfaatin bola-bola mati. Itu yang harus diwaspadai,” tegas Widodo.
Buat Deltras, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Mereka lagi ngejar tiket empat besar. Duduk di posisi lima dengan 33 poin, cuma terpaut tiga angka dari zona aman, kemenangan jadi harga mati.
Baca juga: Andri Ramawi Pelatih PSIS: Misi Bertahan Dimulai
Tapi situasi mereka juga nggak sepenuhnya ideal. Tiga pemain, Rian Lopes, Giofani, dan Safitra Udu masih dipantau kondisinya. Belum lagi jadwal kick-off pukul 20.30 WIB di tengah bulan puasa, yang jelas butuh manajemen energi ekstra. “Vitamin penting. Main malam setelah seharian puasa itu butuh daya tahan,” kata Widodo.
PSIS datang dengan tekanan klasemen. Deltras main dengan tekanan target empat besar. Satu tim butuh tiga poin buat bertahan, satu lagi butuh kemenangan buat naik level.
Jadi kalau nanti laga ini keras, panas, dan penuh drama, ya wajar. Karena di sepak bola kasta kedua ini, yang dipertaruhkan bukan cuma poin. Kadang, yang dipertahankan itu harga diri.
Dan di atas kertas, semua ngomong soal strategi, set piece, dan stamina puasa. Tapi ujung-ujungnya tetap sama: siapa yang lebih siap eksekusi peluang, dia yang pulang bawa senyum. Sisanya? Ya cuma jadi bahan evaluasi di sesi latihan berikutnya. (tebe)


