BACAAJA, SEMARANG – Kabar kematian Dwinanda Linchia Levi masih menyisakan duka di lingkungan Untag Semarang. Banyak mahasiswa merasa kehilangan sosok dosen yang dikenal hangat itu.
Mereka berharap kasus ini diusut tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Farel, mahasiswa Fakultas Hukum Untag sekaligus aktivis senat, mengatakan Levi adalah dosen kriminologi yang selalu ceria.
“Almarhumah Ibu Levi ini dosen pidana kriminologi, yang tiap hari sangat ceria. Gak pernah menunjukkan raut sedih. Dosen yang friendly,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Ia mengaku sangat terpukul saat mendapat kabar Levi ditemukan meninggal. Menurut Farel, Levi termasuk dosen yang ramah dan dekat dengan mahasiswa.
“Saya mahasiswa Bu Levi di semester tiga. Saya sangat sedih dapat kabar itu. Ini jadi berita tragis,” katanya.
Ia menyebut banyak mahasiswa menangis setelah mendengar kabar tersebut.
Rifanda, mahasiswa lain, juga mengingat Levi sebagai dosen yang menyenangkan. “Bu Levi orangnya sangat ceria, tak ada raut kesedihan,” ujarnya singkat.
Farel meminta polisi mengungkap kasus ini secara terang. Ia berharap semua kebenaran segera dibuka.
Sebelumnya diberitakan, Levi ditemukan meninggal di sebuah kostel Mimpi Inn di kawasan Gajahmungkur. Ia ditemukan tak bernapas pada Senin pagi (17/11/2025).
Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh AKBP Basuki. Ia mengaku menemukan Levi dalam kondisi tergeletak di lantai kamar.
Penyidikan kini berjalan di dua jalur. Polrestabes menangani penyebab kematian Levi. Sementara Propam Polda Jateng memeriksa dugaan keterlibatan dan hubungan AKBP Basuki dengan Levi. (bae)


