BACAAJA, SRAGEN- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi kembali turun ke lapangan dengan gaya khasnya: sidak pasar. Kali ini, yang disambangi adalah Pasar Bunder, Sragen buat memastikan harga bahan pokok tetap terkendali jelang Idulfitri, Rabu (18/3/2026).
Didampingi tim dari dinas terkait, sidak ini jadi langkah antisipasi biar daya beli masyarakat tetap aman dan inflasi nggak kebablasan. Apalagi, momen H-2 Lebaran biasanya jadi titik rawan harga “loncat-loncat”.
Suasana pasar sendiri udah mulai rame. Warga berburu kebutuhan Lebaran, pedagang sibuk layani pembeli, dan transaksi meningkat di berbagai komoditas. Di sela-sela blusukan, Luthfi juga ngobrol langsung sama pedagang dan pembeli.
Baca juga: Luthfi Dampingi Mendag Sidak Pasar di Kudus, Pastikan Harga Sembako Stabil
Nggak cuma tanya harga, tapi juga ngecek stok di lapangan. Bahkan, momen paling “relatable” terjadi saat dia borong dagangan lalu dibagikan ke warga, langsung disambut antusias. Menurut Luthfi, aplikasi pemantauan harga memang penting, tapi turun langsung itu wajib.
Soalnya, kondisi real di lapangan nggak selalu bisa kebaca dari data. “Dua kuncinya itu ketersediaan dan keterjangkauan. Selama dua itu aman, harga masih bisa dikendalikan,” jelasnya.
Beberapa komoditas sempat naik, tapi masih dalam batas wajar. Contohnya cabai rawit yang sebelumnya sempat nyaris Rp100 ribu/kg, sekarang mulai turun ke kisaran Rp65-70 ribu. Sementara daging sapi masih stabil di angka Rp130-140 ribu/kg, tergantung kualitas.
Harga Beras
Harga beras juga terpantau aman, masih sesuai HET. Meski begitu, beberapa komoditas seperti bawang mengalami kenaikan tipis karena faktor distribusi dan tingginya permintaan selama Ramadan.
Secara umum? Aman terkendali. Nggak ada lonjakan ekstrem yang bikin panik. Kalau pun ada harga yang tiba-tiba “nakal”, Pemprov Jateng siap gercep. Intervensi bakal langsung dilakukan lewat dinas terkait dan BUMD pangan.
Baca juga: Cek Harga Bapokting Jelang Lebaran, Wali Kota Solo Ajak Warga Belanja ke Pasar Tradisional
Sementara itu, program-program seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar juga terus digencarkan. Bahkan, monitoring harga dilakukan setiap hari di 35 kabupaten/kota buat memastikan kondisi tetap stabil.
Di tengah tradisi harga naik jelang Lebaran, kali ini ceritanya agak beda: pemerintah rajin turun, pasar tetap ramai, dan cabai mulai “tobat” dari harga pedasnya. Tinggal satu yang belum pasti, apakah kondisi adem ini bertahan sampai hari H, atau justru ikut “mudik” bareng lonjakan permintaan? (tebe)


