Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Logistik Haji 2026 Ketahan Konflik, Beras Terancam Gagal Kirim
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Logistik Haji 2026 Ketahan Konflik, Beras Terancam Gagal Kirim

Salah satu masalah yang cukup krusial adalah pengiriman beras dalam jumlah besar. Rencana awal sebenarnya sudah disusun matang, tapi situasi global tiba-tiba berubah drastis.

Nugroho P.
Last updated: April 9, 2026 5:11 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi beras untuk haji.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Persiapan haji 2026 ternyata nggak sepenuhnya mulus. Di balik rencana besar pemberangkatan jemaah, ada cerita soal logistik yang sempat bikin deg-degan, mulai dari beras sampai bumbu dapur yang ikut tersendat di tengah jalan.

Hal ini diungkap langsung oleh Mochamad Irfan Yusuf dalam rapat kerja bareng Komisi VIII DPR RI. Dalam forum itu, ia blak-blakan soal kendala yang dihadapi dalam penyediaan konsumsi untuk jemaah haji tahun depan.

Salah satu masalah yang cukup krusial adalah pengiriman beras dalam jumlah besar. Rencana awal sebenarnya sudah disusun matang, tapi situasi global tiba-tiba berubah drastis.

Beras yang sebelumnya sudah dikapalkan ternyata terdampak konflik di kawasan Timur Tengah, tepatnya terkait Iran. Kondisi ini bikin jalur distribusi jadi nggak aman dan berpotensi gagal total.

“Termasuk Bulog kemarin sempat mengapalkan pada awal Ramadan sejumlah 2.200 ton beras, tapi dua hari setelah pengapalan meletus perang sehingga kemungkinan besar tidak akan bisa jadi diberangkatkan berasnya,” ujar Irfan dalam rapat tersebut.

Situasi ini tentu bikin pemerintah harus putar otak. Pasalnya, kebutuhan konsumsi untuk jemaah haji jumlahnya besar dan harus dipastikan aman serta tepat waktu.

Nggak cuma beras, kendala juga muncul di pengiriman bumbu makanan. Proses administrasi ternyata jadi hambatan tersendiri yang nggak bisa dianggap sepele.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah sertifikat kesehatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Tanpa dokumen ini, pengiriman bahan makanan nggak bisa dilanjutkan.

“Kendala berupa persyaratan health certificate dari BPOM masih dalam proses koordinasi, serta adanya 32 ton yang gagal kirim via laut dan saat ini dilakukan re-ekspor melalui jalur udara,” jelas Irfan.

Artinya, ada puluhan ton bahan yang sebelumnya sudah siap kirim, tapi harus dialihkan jalurnya karena terkendala aturan dan kondisi lapangan.

Di tengah situasi ini, pemerintah akhirnya memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak. Salah satunya adalah beras untuk petugas haji.

Jumlahnya memang lebih kecil dibanding kebutuhan total jemaah, tapi tetap penting untuk memastikan operasional di lapangan berjalan lancar.

Total sekitar 30 ton beras disiapkan khusus untuk sekitar 1.600 petugas haji. Fokusnya bukan hanya jumlah, tapi juga kualitas.

Beras yang dipilih punya spesifikasi premium, seperti jenis Pandan Wangi dari Cianjur dengan butiran panjang dan tingkat pecahan rendah.

Selain kualitas, harga juga jadi pertimbangan. Pemerintah memastikan harga beras tetap di bawah pasar agar efisien dari sisi anggaran.

Untuk menghindari kendala serupa, jalur distribusi pun diubah. Pengiriman yang sebelumnya mengandalkan jalur laut kini dialihkan ke kargo udara.

Langkah ini diambil agar proses lebih cepat dan minim risiko, meski biaya logistik tentu jadi lebih tinggi.

Saat ini, produksi beras masih terus berjalan di daerah Cianjur. Di saat yang sama, proses administrasi ekspor-impor juga dikebut.

Targetnya, pengiriman bisa dilakukan dalam waktu dekat tanpa hambatan berarti. Pemerintah ingin memastikan semuanya siap sebelum musim haji dimulai.

Rencananya, pengiriman beras untuk petugas ini akan dilakukan pada 12 April mendatang menggunakan jalur udara.

Langkah cepat ini jadi bukti bahwa pemerintah berusaha adaptif menghadapi situasi global yang nggak menentu.

Meski dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari konflik internasional sampai urusan administrasi, upaya pemenuhan konsumsi jemaah tetap jadi prioritas utama.

Kondisi ini juga jadi pengingat bahwa penyelenggaraan haji bukan hanya soal ibadah, tapi juga manajemen logistik skala besar yang kompleks.

Ke depan, pemerintah diharapkan bisa menyiapkan strategi cadangan agar distribusi kebutuhan jemaah tetap aman meski ada gangguan global.

Dengan berbagai penyesuaian yang dilakukan, harapannya pelaksanaan haji 2026 tetap berjalan lancar tanpa mengurangi kualitas layanan bagi para jemaah. (*)

You Might Also Like

Setelah Tragedi Ponpes Al-Khoziny, Istana Kaji Rencana APBN untuk Bangun Pesantren 

PDI Perjuangan Pecat Wahyudin Moridu Yang Viral Ngaku Mau “Rampok Uang Negara”

Netizen Bully Puan soal “Sikap Hormat”, Padahal Aturannya Jelas Nih

THR Nunggak Jangan Cuma Teguran, Saatnya Negara Bertindak Lebih

April Gas Ke Tanah Suci, Jadwal Haji 2026 Sudah Turun

TAGGED:berashaji
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article RX King Bangkit Lagi, Gaya Lawas Rasa Mesin Baru
Next Article Gubernur Jateng Gowes ke Kantor, ASN Diajak Ikut “Waras Energi”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

71 Kopdes Merah Putih di Boyolali Dapat “Senjata Baru”: Pikap 4×4 Buat Gas Ekonomi Desa

Prabowo Mau Setop PLTD dan Putus Ketergantungan BBM

Kota Semarang “Nabung” Sejuta Liter Air Hadapi Kemarau Panjang

Bianglala Citragrand, Spot Favorit Nikmati Senja dari Ketinggian

DPRD Jateng Singgung “Haus Viral” di Kalangan Pelajar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Setelah Drama Panjang, PWI Akhirnya “Unblock” di Kemenkumham

September 12, 2025
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Nasional

Ramai Kenapa Banjir Bandang Besar di Sumatera Tak Masuk Bencana Nasional, Ini Jawaban Tito Karnavian

Desember 2, 2025
Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Ali memberikan sambutan usai dilantik sebagai Ketua Harian DPP PSI di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (26/9/2025). Foto: dok.
Nasional

Eks Waketum Nasdem Ahmad Ali Jadi Ketua Harian DPP Partai Gajah

September 27, 2025
Nasional

HUT ke-80, Puan Ingatkan TNI: Setia Sama Rakyat, Melek Teknologi

Oktober 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Logistik Haji 2026 Ketahan Konflik, Beras Terancam Gagal Kirim
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?