BACAAJA, SOLO — Jelang Ramadan, Wali Kota Solo Respati Ardi bikin langkah anti-macet. Halaman kelurahan hingga gedung pemerintahan bakal disulap jadi pusat jualan takjil gratis buat para pedagang kaki lima (PKL).
Strateginya simpel: daripada PKL numpuk di jalan protokol dan bikin lalu lintas chaos tiap sore, mending dikasih tempat resmi. Tanpa biaya.
“Kami tidak ingin momen Ramadan ini mengganggu perjalanan orang yang sedang beraktivitas. Sebagai gantinya kami menyiapkan semua kelurahan, kecamatan, dan gedung pemerintahan di Surakarta. Silakan digunakan untuk PKL berjualan takjil,” kata Respati, Minggu (8/2/2026).
Bacaaja: Respati Siapin Spot untuk Ngabuburit dan Berburu Takjil, Bikin PKL Solo Auto Happy!
Bacaaja: Respati Siap Jamin Karier Atlet Disabilitas Solo, Diperhatiaan Nggak Cuma Pas Lagi Jaya
Yes, gratis. Tapi ada catatan penting, pedagang diminta tetap tertib, terutama soal sampah. Jangan sampai euforia takjil malah ninggalin gunungan plastik.
“Ini fasilitas gratis dari pemerintah dan tidak dipungut biaya. PKL yang baik adalah PKL yang memperhatikan sampahnya,” tegasnya.
Respati juga sudah gerak cepat dengan memerintahkan camat dan lurah buat menyebarkan info ini ke warga. Targetnya jelas: pedagang dapat tempat, pembeli nyaman, jalanan tetap lancar.
Ia berharap kebijakan ini bisa bikin vibe Ramadan di Solo makin hidup, sekaligus menciptakan titik-titik baru “festival takjil” di berbagai wilayah.
“Saya harapkan ini bisa menyemarakan Ramadan kali ini. Saya sudah memberikan arahan kepada camat dan lurah untuk mengumumkan ke warga agar bisa berjualan takjil di aset pemerintah,” ujarnya.
Kalau skema ini jalan mulus, warga Solo mungkin bisa ngabuburit tanpa drama macet—tinggal pilih takjil, makan, lalu pulang tanpa harus kejebak antrean kendaraan. (*)


