BACAAJA, SEMARANG- Menjelang Imlek 2026, pengurus Klenteng Tay Kak Sie mulai sibuk. Altar, rupang, dan patung dewa-dewi dibersihkan satu per satu biar siap menyambut tahun baru.
Tradisi ini rutin digelar tiap jelang Imlek. Fokusnya di meja altar dan patung Buddha serta dewa-dewi yang ada di seluruh sudut klenteng di kawasan Pecinan Gang Lombok, Semarang.
Prosesnya gak sembarangan. Pengurus pakai kuas, tisu, dan kain lembut supaya patung tetap aman. Air pembersihnya juga dicampur lima macam bunga sesuai tradisi.
Baca juga: Imlek dan Ramadan Datang Bersamaan, Agustina: Momentum Perkuat Toleransi
Wakil Sekretaris Yayasan Klenteng Tay Kak Sie, Ivan Eko Harahap bilang, kegiatan ini bukan sekadar ritual rutin. “Tujuannya menyambut Imlek sekaligus bikin suasana klenteng bersih dan indah,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Makna Simbolis
Lebih dari itu, bersih-bersih ini punya makna simbolis. Masuk tahun baru dengan kondisi bersih, sambil berharap rezeki ikut mengalir lancar. Di Tahun Kuda Api, pengurus klenteng berharap banyak hal baik. Mulai dari ekonomi yang makin ngebut sampai masyarakat yang selalu sehat, seenerjik karakter shio kuda.
Tradisi ini juga jadi bukti kalau persiapan Imlek bukan cuma soal dekorasi atau perayaan meriah. Ada nilai spiritual dan budaya yang terus dijaga, diwariskan turun-temurun, dan tetap relevan sampai sekarang.
Di Tahun Kuda Api, doa-doa pun ikut dipanjatkan. Semoga ekonomi makin ngebut, kesehatan tetap stabil, dan semangat hidup seenerjik karakter shio kuda. Dan ya, sebelum berharap rezeki makin deras, rupang dulu yang dibersihin. Karena kadang, tahun baru yang baik memang dimulai dari altar yang wangi dan hati yang kembali ditata. (bae)


