BACAAJA, SEMARANG – Semarang Zoo lagi jadi makcomblang. Bukan buat manusia, tapi buat tiga orang utan Kalimantan yang semuanya jantan, belum pada punya jodoh. Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso bilang, sampai sekarang belum bisa mengembangbiakkan orang utan itu. Masalahnya, di kandang belum ada betinanya.
“Nah, masih ada juga tiga orang utan jantan di sini, ini harus kita pikirkan jodohnya, kalau bisa yang dua ditukar dengan betina,” ujarnya, Rabu (28/1/2026). Bimo menegaskan, lembaga konservasi memang punya kewajiban mengembangbiakkan satwa. Caranya bisa lewat hibah atau tukar-menukar dengan kebun binatang lain.
Baca juga: Semarang Zoo Tambah Rame saat Nataru, Sehari Tembus Ribuan Pengunjung
Maka, Semarang Zoo mempersilakan lembaga atau bonbin lain yang berminat mempersunting tiga kera besar jantan yang ada. Upaya njodohin orang utan ini sebenarnya sudah lama direncanakan. Pada Mei 2025, Bimo pernah bilang rencana melepas satu orang utan jantan ke Taman Margasatwa Ragunan.
Belum Terealisasi
Sebagai gantinya, Semarang Zoo bakal mendatangkan seekor orang utan betina. Tapi sampai sekarang, rencana itu belum terealisasi. Semua proses pertukaran satwa tak bisa sembarangan. Setiap perpindahan hewan harus lewat persetujuan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebagai otoritas yang berwenang.
Ia mencontohkan, kedatangan satwa baru seperti kapibara dan sitatunga ke Semarang Zoo sempat molor. Bukan karena batal, tapi karena masih menunggu tanda tangan persetujuan dari BKSDA DKI.
Baca juga: SCU dan Semarang Zoo Satu Frekuensi, Konservasi Satwa Jadi Misi Bersama
Jadi, kalau urusan jodoh manusia kadang nyangkut di chat yang nggak dibalas, orang utan Semarang Zoo nyangkutnya di meja birokrasi. Tinggal nunggu tanda tangan, siapa tahu tiga jomblo berbulu ini akhirnya bisa move on juga. (bae)


