Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Kota Lama Jadi Laut?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kota Lama Jadi Laut?

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah menyampaikan peringatan serius terkait kondisi pesisir utara Jawa Tengah yang dinilai semakin rentan terhadap dampak krisis iklim. Lembaga ini menilai bahwa tanpa intervensi kebijakan yang lebih kuat dan terarah, sebagian kawasan pesisir, termasuk Kota Lama Semarang, berpotensi mengalami penurunan permukaan tanah dan terendam air laut dalam dua dekade mendatang.

T. Budianto
Last updated: November 17, 2025 12:23 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
BANJIR ROB: Warga menuntun sepeda motornya saat melintas di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang yang dilanda banji rob dengan ketinggian 125-200 cm. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Walhi Jateng ngasih warning keras: kalau kondisi pesisir nggak segera dibenerin, Kota Lama Semarang bisa beneran jadi lautan tahun 2045. Bukan metafora, bukan drama, tapi akibat kombinasi banjir menahun, amblesan tanah, dan ekosistem pesisir yang makin rusak.

Direktur Walhi Jateng, Fahmi Bastian bilang, kawasan Pantura mulai Pekalongan, Semarang, sampai Demak udah masuk fase kritis banget. Indikasinya? Kaligawe sempat mandi banjir lebih dari seminggu, dan angka land subsidence yang bikin tanah turun terus setiap tahun.

Di Semarang, amblesan tanah ada di angka 8-12 cm, dengan rata-rata 5 cm per tahun. Pekalongan bahkan lebih ngeri: 12-15 cm. Sementara di Sayung, Demak, tanah ambles bukan cuma karena air tanah disedot, tapi juga karena ombak “menggerus” daratan gara-gara mangrove yang hilang.

Fahmi bilang banjir besar dua pekan lalu itu semacam “alarm darurat” bahwa Pantura udah nggak kuat nahan beban ekologisnya. Sungai-sungai yang harusnya jadi jalur buangan air malah mampat karena nggak pernah dinormalisasi serius.

Alih Fungsi

Mangrove yang harusnya jadi benteng malah diganti pabrik, pergudangan, dan kawasan industri. “Banjir kiriman datang, rob datang, air laut dorong balik. Ya airnya mentok di situ semua,” katanya.

Proyek Tanggul Laut Semarang-Demak yang molor juga memperparah keadaan. Kolam retensi yang seharusnya nahan debit air belum tuntas. Di sisi lain, wilayah tangkapan air di Mijen dan Ngaliyan rusak karena pembangunan perumahan tanpa perhitungan daya dukung.

Menurut Fahmi, pemerintah justru makin getol ngasih ruang ke industri, padahal itu mempercepat kerusakan pesisir. Kalau pola pembangunan kayak gini terus dipertahankan, Pantura bakal makin nggak siap ngadepin krisis iklim.

Pihaknya ngusulin empat langkah darurat, bangun kolam retensi yang bener-bener berfungsi, kembalikan dan perbanyak ekosistem mangrove, normalisasi serius sungai di Semarang dan Demak dan tata ulang bentang alam berdasarkan daya dukung ekologis

Sebab, kalau semua dibiarkan kayak gini, 2045 nanti warga Kota Lama mungkin nggak perlu wisata ke pantai, karena pantainya bakal “datang sendiri”. (tebe)

You Might Also Like

Kasus Kekerasan Seksual Kembali Guncang Dunia Kampus, Kali Ini di UIN Saizu Purwokerto

Bantuan Operasional RT Sisa, Fraksi PDIP Buka Suara

SIM Sopir Bus Maut Cahaya Trans Diduga Palsu, Siapa akan Terseret?

Polisi Masa Kini: Antara Transformasi Serius dan Upgrade Aplikasi yang Masih Loading

5 Orang Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran di Semarang, Termasuk Ibu Hamil

TAGGED:headlinekerusakan pesisir utarakota lama semarangpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sodetan Dikebut, Banjir Minggat?
Next Article Calon Investor PSIS Menguap Lagi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rupanya Begini Rasanya Menjadi Pasangan Muda yang Baru Menikah

Lorong Pocong dan Boneka Gantung, Menyibak Museum Santet

Tips Agar Tidak Terjebak Gogle Maps yang Ngaco

Lari Trail Berujung Duka, Peserta Tumbang di Sentul

Bisnis Baru, Titip Nyekar Online Jadi Tren, Jasa Ini Bikin Haru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Ibu Bukan Cuma Urus Rumah, Tapi Juga Bumi: Pesan Megawati di Hari Ibu

Desember 18, 2025
Liverpool juara Liga Inggris musim 2024/2025.
Sepak Bola

Liverpool Nyaris Kalah di Pesta Juaranya

Mei 26, 2025
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Sulistyowati Irianto.
Hukum

Ini Negara Hukum Atau Negara Kuasa? Guru Besar UI Kritik Pedas KUHAP Baru

Januari 3, 2026
Daerah

Mudik Aman, Wisata Nyaman: Parakan-Dieng Resmi Mulus

Februari 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kota Lama Jadi Laut?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?