BACAAJA, SEMARANG- Yovita Haryanto, korban pembegalan di Jalan Halmahera akhirnya bisa sedikit bernapas lega. Di tengah proses pemulihan, ia mendapat kunjungan langsung dari Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, di kediamannya di Kelurahan Karangtempel, Sabtu (11/4).
Kunjungan itu bukan sekadar formalitas. Buat Yovita, ini jadi bentuk perhatian nyata dari pemerintah kota yang bergerak cepat merespons kejadian yang dialaminya. “Saya mengucapkan terima kasih bu Agustin ke sini, bertindak cepat menyelesaikan permasalahan,” ucapnya.
Baca juga: Demi Sebotol Congyang, Aksi Brutal Begal Sadis di Halmahera Semarang Terungkap
Meski begitu, rasa trauma belum sepenuhnya hilang. Yovita jujur bilang, kejadian ini jadi pengingat bahwa keamanan di lingkungan masih perlu diperkuat. “Semoga keamanannya lebih baik lagi. Kita juga butuh rasa aman, karena takutnya ada apa-apa setelah ini,” katanya.
Di tengah situasi yang nggak mudah, Yovita juga menyisipkan pesan yang cukup dalam, terutama untuk perempuan. Tentang pilihan hidup, keberanian, dan tanggung jawab. “Apapun pilihan kalian, semoga Tuhan melindungi. Mau maju atau mundur, yang penting bertanggung jawab,” tambahnya.
Perawatan Medis
Diketahui, peristiwa pembegalan ini terjadi pada Minggu pagi (5/4) di kawasan Jalan Halmahera, Semarang Timur. Saat itu, Yovita menjadi korban penjambretan yang disertai kekerasan menggunakan senjata tajam, hingga menyebabkan dirinya mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis.
Dalam kunjungannya, Wali Kota nggak cuma datang buat menjenguk. Ia juga memberikan dukungan moril serta bantuan berupa sembako dan uang tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap korban.
Baca juga: Begal Sadis Halmahera Memang Gak Ada Kapoknya, Dito Sudah 4 Kali Masuk Penjara
Langkah ini jadi sinyal bahwa pemerintah kota berusaha hadir lebih dekat dengan warganya, terutama saat mereka lagi butuh.
Di kota yang katanya makin maju, rasa aman kadang masih jadi barang mahal. Dan ironisnya, setelah luka datang duluan, barulah perhatian ikut menyusul. Semoga ke depan, yang datang lebih dulu bukan lagi simpati, tapi keamanan itu sendiri. (tebe)

