BACAAJA, BLORA- Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Blora, Agus Listiyono, akhirnya buka suara soal mobil dinas yang kedapatan dipakai ke luar daerah saat Lebaran 2026.
Dengan nada mengakui, Agus langsung minta maaf. Ia menyebut dirinya sendiri yang membawa mobil berpelat merah K 28 E tersebut. “Saya minta maaf, itu saya sendiri yang pakai,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (23/3/2026).
Baca juga: ASN, Ingat Ya! Liburan Nggak Boleh Pakai Mobil Dinas
Cerita bermula dari Sabtu (21/3/2026). Pagi hari, Agus sempat bersilaturahmi ke rumah Bupati Blora, Arief Rohman. Lalu, sekitar pukul 11.00 WIB, ia lanjut ke rumah orang tuanya di Kecamatan Kunduran, Blora.
Namun, perjalanan tak berhenti di situ. Sore harinya, sekitar pukul 15.30 WIB, Agus melanjutkan perjalanan ke Sragen, tujuannya silaturahmi ke rumah mertua. Ia melintas lewat jalur Kuwu-Wirosari, Grobogan, hingga akhirnya terekam di kawasan Tangen, Sragen, sekitar pukul 17.00 WIB.
Nah, di titik inilah cerita berubah. Mobil dinas itu sempat tertangkap kamera, fotonya menyebar di media sosial, dan langsung jadi bahan omongan warganet.
Aturan KPK
Agus mengaku sebenarnya tahu ada aturan dari KPK soal penggunaan fasilitas negara, termasuk larangan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran KPK Nomor 2 Tahun 2026.
“Tahu, tapi saya kurang cermat memahaminya. Saya merasa bersalah,” katanya. Ia juga menegaskan penggunaan mobil dinas itu hanya sebentar dan murni untuk silaturahmi. Bahkan, ia mengaku sudah kembali ke Blora keesokan harinya.
“Hanya sehari, tidak ke mana-mana. Minggu malam sudah kembali,” tambahnya. Meski begitu, publik terlanjur menyoroti. Banyak warganet mempertanyakan komitmen pejabat terhadap aturan, apalagi kendaraan dinas jelas-jelas diperuntukkan untuk kepentingan tugas, bukan urusan pribadi.
Baca juga: Plat Merah Masih Ngegas Saat Lebaran? Agustina: Santai, Itu Lagi Dinas Bukan Jalan-Jalan
Mengacu pada aturan Kementerian PAN, kendaraan operasional pemerintah memang hanya boleh digunakan untuk mendukung tugas kedinasan. Sementara KPK juga berulang kali mengingatkan soal pentingnya menjaga integritas, terutama saat momen rawan seperti hari raya.
Kadang yang bikin viral itu bukan perjalanan jauh, tapi keputusan kecil yang “sedikit melenceng”. Soalnya, di era sekarang, bukan cuma jalanan yang punya kamera… tapi juga publik yang nggak pernah benar-benar tidur. (tebe)


