BACAAJA, REMBANG- Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Jawa Tengah terus melakukan perbaikan berkelanjutan di ruas Rembang-Lasem. Intensitas hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir bikin sejumlah titik jalan kembali rusak, meski sebelumnya sudah ditambal sampai 100 persen.
Tim Patching PPK 3.2 BBPJN Jateng, Christianto bilang, penanganan di ruas batas Kota Rembang-Bulu (batas Jawa Timur) sebenarnya sudah rampung pada 12 Februari lalu. Tapi curah hujan yang masih deras plus kendaraan berat yang lalu lalang bikin lubang muncul lagi. “Hari ini kami lakukan penambalan kembali, khususnya di wilayah Lasem,” jelasnya.
Beberapa titik yang sedang ditangani ada di Km 122+350 kanan, Km 122+360 kiri, dan Km 122+400 kiri. Sebelumnya, metode patching hotmix juga sudah diterapkan di Km 127+000 ruas Batas Kota Rembang-Bulu.
Baca juga: Dana Perbaikan Jalan Realisasi Baru Rp10 Miliar, Rp112 Miliar Masih Mengantre
Jalur ini bukan jalur kaleng-kaleng. Ia jadi penghubung strategis Jawa Tengah-Jawa Timur, dengan volume kendaraan logistik yang tinggi. Truk-truk bertonase besar tiap hari melintas. Kombinasi air hujan yang masuk ke lapisan aspal dan beban berat bikin perkerasan gampang terkikis.
Metode yang dipakai pun disesuaikan kondisi lapangan: patching hotmix (aspal panas) atau TCM coldmix dengan aditif. Tim menyisir dulu lubang yang ada, lalu tambal satu per satu. Kalau muncul lagi? Ditangani lagi.
Samarkan Lubang
Pantauan di lapangan menunjukkan ada lubang dengan lebar sampai setengah meter dan kedalaman 4-10 cm. Lumayan bikin deg-degan, apalagi kalau malam atau hujan deras. Genangan air bisa “menyamarkan” lubang, dan itu jelas bahaya buat pengendara.
Karena itu, penyisiran rutin terus dilakukan buat memetakan titik kerusakan dan memantau progres perbaikan. Upaya ini masuk dalam program preservasi jalan agar kemantapan ruas strategis pesisir utara Jawa tetap terjaga.
Baca juga: Luthfi Sidak Proyek Perbaikan Jalan Parakan-Patean
Warga pun ikut angkat topi. Ezra Vandika (35), warga Lasem, bilang respons cepat tim cukup membantu menjaga keselamatan pengguna jalan. “Setidaknya lubang yang muncul langsung ditangani, nggak dibiarkan lama dan membahayakan,” ujarnya.
Langkah tambal-sisir-tambal ini memang bukan solusi instan yang bikin jalan kinclong selamanya. Tapi di tengah cuaca ekstrem dan beban kendaraan berat, minimal jalan nggak dibiarkan rusak terlalu lama. Karena di musim hujan seperti sekarang, yang nggak boleh ikut “bolong” itu bukan cuma aspal, tapi juga rasa aman pengguna jalan. (tebe)


