BACAAJA, TEHERAN – Situasi geopolitik lagi panas-panasnya, tapi tiba-tiba belok arah. Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan bikin banyak pihak kaget, termasuk Israel.
Gencatan senjata ini diumumkan pada Rabu (8/4/2026), setelah konflik yang berlangsung sejak 28 Februari. Tapi yang bikin makin heboh, keputusan ini datang mendadak banget.
Seorang pejabat Israel yang identitasnya dirahasiakan bilang kalau keputusan ini benar-benar di luar dugaan. Dari sudut pandang mereka, langkah AS ini disebut sebagai “kejutan total”.
Bacaaja: Iran Gelar Sayembara Berburu Pilot Jet Tempur AS yang Jatuh, Hadianya Gak Main-main
Bacaaja: Iran Siap Akhiri Perang, Teheran Ajukan Dua Poin Peting sebagai Syarat
Gimana nggak? Beberapa jam sebelum pengumuman, Trump masih sempat ngeluarin ultimatum keras ke Iran. Bahkan, serangan militer juga masih berlangsung di sejumlah titik.
Sebelum deal ini terjadi, AS dilaporkan masih menggempur target di wilayah Iran, termasuk Pulau Kharg. Israel pun masih melakukan serangan di beberapa lokasi.
Makanya, perubahan sikap yang super cepat ini bikin banyak pihak bertanya-tanya: ada apa di balik layar? Menurut laporan Al Jazeera, AS juga disebut hanya memberi pemberitahuan singkat ke Israel soal kesepakatan ini.
Israel diprediksi nggak bakal tinggal diam. Ada kemungkinan mereka bakal melakukan berbagai langkah, termasuk lobi di balik layar, untuk memengaruhi keputusan AS.
Tujuannya? Bisa jadi untuk membatalkan atau setidaknya mengubah arah kesepakatan tersebut. Saat ini, posisi Israel masih “wait and see”. Mereka sedang menimbang langkah selanjutnya di tengah dinamika yang berubah super cepat.
Namun, setelah dilaporkan terkejut total, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, menyatakan Israel mendukung keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan serangan selama dua pekan.
“Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Iran segera membuka Selat Hormuz dan menghentikan seluruh serangan terhadap Amerika Serikat, Israel, serta negara-negara di kawasan,” demikian isi pernyataan kantor Netanyahu, menurut media Israel.
AS setujui 10 poin tuntutan Iran
Ternyata, gencatan senjata ini bukan tanpa syarat. Iran disebut bersedia membuka Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia, setelah AS menyetujui 10 tuntutan dari Teheran.
Buat Iran, ini dianggap sebagai kemenangan diplomatik. Tapi di sisi lain, Trump juga mengklaim AS menang karena tujuan militernya sudah tercapai.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” tulis Trump di media sosialnya.
Ia juga menambahkan bahwa AS sudah melampaui target militernya dan kini mendekati kesepakatan damai jangka panjang.
Dengan kondisi yang masih fluktuatif, gencatan senjata ini bisa jadi titik awal perdamaian, atau justru jeda sebelum konflik berikutnya.
Yang jelas, keputusan mendadak ini bikin peta konflik di Timur Tengah berubah drastis, dan semua mata sekarang tertuju ke langkah selanjutnya dari para pemain besar. (*)


