BACAAJA, JAKARTA – Sebanyak 20 kantong jenazah korban kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati pada Selasa sore, jadi tanda betapa parahnya peristiwa ini. Ambulans datang silih berganti sejak pukul 15.15 sampai 16.30 WIB, menurunkan kantong demi kantong ke Instalasi Forensik untuk proses identifikasi. Kepala RS Polri Brigjen Prima Heru Yulihartono membenarkan seluruh korban dari gedung yang terbakar itu masuk ke RS Polri untuk ditangani cepat.
Kebakaran yang menelan belasan nyawa ini disebut bermula dari gudang baterai di lantai satu. Kapolres Metro Jakpus Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan baterai itu yang pertama kali terbakar dan memicu kobaran yang membesar hanya dalam hitungan menit. Karyawan sempat mencoba memadamkan api, tapi panasnya keburu menjalar dan asap pekat naik sampai lantai enam. Apalagi momen itu terjadi pas jam istirahat, banyak karyawan lagi makan atau duduk santai di lantai dua hingga lantai enam.
Saat kondisi di dalam gedung makin gelap oleh asap, kebingungan langsung terjadi. Bukan hanya karena api membesar, tapi karena jalur keluar cepat tertutup asap. Itulah yang bikin banyak korban tak sempat menyelamatkan diri.
Di luar gedung, saksi bernama Wandi, tukang parkir yang sehari-hari ada di depan lokasi, jadi orang pertama yang melihat momen awal api menyala. Wandi bilang api muncul setelah ada letupan dari area baterai yang dicas. “Baru nyala langsung gede. Asapnya tebal banget,” katanya. Menurut Wandi, api memang nggak naik ke lantai atas, tapi asapnya yang brutal dan naik cepat.
Karyawan yang terjebak di lantai atas pun panik. Banyak yang naik ke lantai lebih tinggi, berharap bisa menghindari asap yang makin menekan. Dari luar, Wandi melihat beberapa orang mulai melambaikan tangan melalui jendela, minta pertolongan. “Ada yang ngelambai-lambai, tanda masih ada orang di atas,” ujarnya.
Beberapa lainnya memilih jalur ekstrem buat menyelamatkan diri. Ada yang keluar lewat ruko sebelah, turun pakai tali, ada yang pakai tangga, bahkan ada yang loncat ke atap bangunan di samping. Semua cuma demi keluar dari gedung yang makin penuh asap.
Sampai malam, proses evakuasi masih terus berlangsung. Polisi memastikan total 20 orang tewas, dan seluruh korban sudah dievakuasi ke RS Polri. Dugaan sementara tetap sama: kebakaran dipicu baterai di lantai satu yang panas dan meledak sebelum api merambat cepat. (*)


