Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kapolri Mundur? Atau Drama Sinetron Politik 17+8 Kembali Menggema?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Kapolri Mundur? Atau Drama Sinetron Politik 17+8 Kembali Menggema?

Tuntutan rakyat yang kini mengalir deras ke institusi negara bukan cuma sekadar daftar belanjaan, tapi refleksi nyata betapa rakyat sudah muak dengan drama politik yang tak berujung. Dari Kapolri yang diminta mundur sampai revisi UU yang bikin kita semua bisa ngomong bebas tanpa takut dilaporkan, tuntutan ini bukan sekadar manis di bibir, tapi sebuah panggilan buat perubahan nyata. Kalau nggak dijawab, ya jangan kaget kalau panggung politik ini malah makin mirip sinetron penuh konflik tanpa akhir.

baniabbasy
Last updated: September 5, 2025 9:42 pm
By baniabbasy
6 Min Read
Share
Para pimpinan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia saat menyampaikan tuntutan 17 plus 8 kepada pimpinan DPR RI awal September 2025
Para pimpinan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia saat menyampaikan tuntutan 17 plus 8 kepada pimpinan DPR RI awal September 2025
SHARE

KITA mulai dari yang paling hot: Kapolri Listyo Sigit diminta mundur. Wah, ini kayak pengumuman final episode sinetron yang selama ini kita tonton dengan setengah hati. Kenapa? Karena memang sudah capek lihat adegan-adegan kekerasan aparat yang kayak lagi casting film laga, tapi nyata. Udah kayak nonton tontonan yang nggak habis-habis, kekerasan di jalanan saat demonstrasi, aparat bertindak brutal, demo yang seharusnya jadi ruang aspirasi rakyat malah berubah jadi medan pertempuran. Kalau Kapolri mundur, kita nggak cuma lepas dari satu tokoh, tapi berharap ada aktor baru yang bener-bener ngerti peran sebagai pelindung rakyat, bukan malah jadi biang keladi drama penindasan.

Kalau ditarik mundur lebih jauh, tuntutan ini nggak berdiri sendiri. Ada 17 tuntutan utama yang harus dipenuhi sebelum 5 September 2025, plus tambahan 8 tuntutan lain sampai Agustus 2026. Ini bukan sekadar daftar panjang yang bisa kita anggap angin lalu. Ini panggilan keras bahwa rakyat sudah muak dengan sistem yang terkesan tutup mata sama keadilan dan transparansi.

Pertama, Presiden Prabowo Subianto diminta tarik TNI dari pengamanan sipil. Ini bukan tanpa alasan. Bayangin tentara yang sejatinya bertugas menjaga kedaulatan negara dan menghadapi ancaman militer, sekarang malah ikut-ikutan jadi polisi bayaran, ngurusi urusan sipil. Mana mungkin demokrasi kuat kalau tentara jadi main hakim sendiri? Selain itu, kriminalisasi demonstran harus dihentikan. Demonstrasi adalah hak rakyat untuk menyampaikan pendapat, bukan alasan buat aparat melakukan kekerasan atau bahkan menangkap seenaknya.

Lanjut ke DPR RI, tuntutan rakyat nggak kalah berat. Dari membekukan kenaikan gaji & fasilitas baru DPR sampai publikasi anggaran secara transparan. Jujur, ini tuntutan yang sederhana tapi fundamental. Kita bayar pajak, tapi gak pernah tahu duit kita digunakan buat apa di gedung DPR. Apalagi, ada desakan agar Badan Kehormatan periksa anggota DPR yang bermasalah, bahkan sampai melibatkan KPK kalau perlu. Jangan sampai wakil rakyat malah jadi aktor utama dalam drama skandal dan korupsi.

Partai politik juga gak luput dari sorotan. Rakyat minta partai pecat kader yang bikin gaduh dan gak etis, umumkan komitmen berpihak ke rakyat, dan libatkan kader dalam dialog publik. Keren sih kalau partai bisa konsisten dan transparan soal komitmen mereka, bukan cuma janji kampanye yang menguap begitu pemilu lewat.

Kalau ngomongin Polri, tuntutan rakyat jelas: bebaskan semua demonstran yang ditahan, hentikan kekerasan polisi, dan tindak tegas anggota yang langgar HAM. Bayangkan saja, polisi yang seharusnya jadi pelindung malah jadi momok buat rakyat yang cuma pengen suarakan pendapat. Polri harus paham, tugas mereka bukan hanya mengamankan negara dari ancaman luar, tapi juga menjaga hak sipil warga negara.

TNI juga harus kembali ke barak, stop keterlibatan dalam pengamanan sipil. Kalau sampai tentara dan polisi sibuk berebut peran, rakyat yang jadi korban. Selain itu, perlu ada komitmen publik dari TNI untuk tidak masuk ke ranah sipil selama krisis demokrasi, supaya demokrasi kita gak terusik oleh intervensi militer.

Di sektor ekonomi, tuntutan rakyat makin menohok. Upah layak untuk semua pekerja, cegah PHK massal, dan dialog serius dengan serikat buruh. Bayangkan hidup di zaman yang katanya “makin maju” tapi buruh masih susah dapetin upah layak, guru dan nakes masih kurang dihargai, dan ojol mesti banting tulang tanpa perlindungan. Ini bukan soal uang doang, tapi soal keadilan sosial yang selama ini diabaikan.

Lalu ada tambahan 8 tuntutan yang nggak kalah penting, mulai dari revisi UU ITE yang selama ini dipakai sebagai pasal karet buat bungkam kritik, revisi pasal bermasalah di KUHP, hingga reformasi total lembaga penegak hukum. Ini adalah langkah mutlak supaya demokrasi kita nggak cuma jadi omong kosong di atas kertas.

Apalagi tuntutan soal audit dan restrukturisasi BUMN, revisi UU Cipta Kerja yang harus melibatkan pekerja, perlindungan lingkungan hidup, dan jaminan perlindungan hukum bagi jurnalis dan aktivis. Terakhir, dibuatnya platform partisipasi rakyat secara digital yang terintegrasi dengan DPR dan lembaga negara. Ini bikin kita bisa ikut terlibat aktif dalam pengambilan keputusan, bukan cuma jadi penonton drama yang makin absurd.

Jadi, kalau kita mau jujur, tuntutan-tuntutan ini bukan sesuatu yang muluk-muluk. Ini adalah cermin dari rasa frustasi rakyat yang selama ini disuruh diam, tapi kenyataannya mereka hidup di tengah ketidakadilan dan ketidaktransparanan. Kalau pemerintah dan institusi negara bisa jawab ini dengan serius, mungkin kita nggak perlu lagi nonton “sinetron politik” yang bikin pusing kepala tiap hari.

Kalau enggak? Ya, siap-siap aja nonton episode baru dari drama panjang yang bikin capek hati dan pikiran. Drama yang ujungnya sama: rakyat makin frustasi, negara makin gak karuan.

Jadi, buat para aktor dan sutradara panggung politik ini, dengerin ya suara rakyat yang lagi ketok-ketok pintu perubahan. Jangan sampai sinetron ini cuma jadi hiburan murahan yang akhirnya bikin kita semua malas ikut nonton lagi.(*)

You Might Also Like

Kolaborasi UNNES dan Griya Svara Hadirkan E-Modul Interaktif, Bikin Belajar Vokal Makin Seru

Ngaku Kerja di Pelayaran, Ternyata Pelaku Penganiayaan di Sleman Hanya Staf Admin Pelabuhan

Banjir Lereng Muria Bukan Takdir Ilahi, Walhi Sorot Krisis Lingkungan

RS Indriati Solo Baru Punya PET Scan, Luthfi: Periksa Kanker Tak Perlu Jauh ke Singapura

Skandal Sentoso Seal: Jan Hwa Diana Resmi Jadi Tersangka!

TAGGED:daftar tuntutan 17+8hedalinetuntutan kapolri mundur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (5/9/2025), tanggapi tuntutan 17+8 dari mahasiswa. Foto: dok/ist DPR Gak Mau Main-main: Tanggapi 17+8 Tuntutan Rakyat, Potong Tunjangan & Stop Kunker Luar Negeri
Next Article Starting XI Timnas Indonesia yang dipertandingkan melawan Taiwan, Jumat (5/9/2025) Timnas Garuda berhasil gasak Taiwan dengan skor 6-0. Foto: @TimnasIndonesia. Pesta Gol di GBT! Timnas Indonesia Gasak Taiwan 6-0

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Keracunan MBG Terus Terjadi! Ratusan Siswa di Berastagi Tumbang, 240 Orang Masih Dirawat

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi rumah sederhana di Indonesia.
Unik

Wow! Harga Rumah di Indonesia Termahal Nomor 4 Dunia

Mei 31, 2025
Tips

Suka Mandi Tengah Malam? Baca Dulu Risikonya

Februari 24, 2026
Tampak gerbang Danau BSB city dari depan yang menunjukan infrastruktur yang lebih menarik untuk dikunjungi. Kamis (29/01/2026). (dul)
Plesir

Wajah Baru Danau BSB Semarang, Infrastruktur Makin Rapi meski Tiket Jadi Sorotan

Februari 1, 2026
Pesawat Kepresidenan Indonesia dikawal jet tempur Angkatan Udara (AU). (ist)
Viral

Pesawat Militer AS bakal Bebas Acak-acak Langit Indonesia? Kemhan: Itu Rancangan Awal

April 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kapolri Mundur? Atau Drama Sinetron Politik 17+8 Kembali Menggema?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?