BACAAJA, JOGJA – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat lagi buka pintu buat kamu yang pengin ngabdi langsung ke tradisi. Yup, rekrutmen abdi dalem prajurit resmi dibuka sampai Kamis (8/1/2026).
Info ini diumumkan lewat akun Instagram resmi Keraton Yogyakarta, @kratonjogja. Tapi satu hal penting yang langsung ditegaskan sejak awal: jadi prajurit Keraton bukan pekerjaan, tapi bentuk pengabdian.
Artinya, ini bukan kerja 9 to 5, nggak wajib ngantor tiap hari, dan jelas bukan soal cari gaji.
Bacaaja: Dana Hibah Rp 1,6 M untuk Gaji Abdi Dalem Keraton Solo Tak Sampai ke Sasaran, Siapa Menikmati?
Bacaaja: Sultan Jogja Sentil Pelaksanaan MBG: Ngak Masuk Akal Toh!
Gak tiap hari harus datang, tapi kudu hadir saat acara adat
Meski bukan pekerjaan formal, abdi dalem prajurit tetap punya tanggung jawab. Mereka wajib hadir dalam upacara-upacara Keraton dan kegiatan nguri-uri budaya, sesuai jadwal yang sudah disepakati.
“Keraton Yogyakarta kembali membuka pendaftaran bagi masyarakat umum DIY yang memiliki ketertarikan untuk bergabung menjadi Bregada Prajurit Keraton Yogyakarta,” tulis akun @kratonjogja.
Informasi ini juga dikonfirmasi langsung oleh Carik Kawedanan Kaprajuritan, MJ. Yudo Pertomo.
“Informasi tersebut benar,” kata Yudo, Jumat (2/1/2026).
Siapa yang bisa daftar dan apa saja persyaratannya?
Buat kamu warga DIY yang tertarik, ini syarat dasarnya:
- Usia 20–35 tahun
- Tinggi badan minimal 167 cm, berat proporsional
- Berpenampilan rapi
- Sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba
- Pendidikan minimal SMA/SMK/sederajat
- Tidak memiliki hambatan fisik, intelektual, atau mental
- Tidak bertato
Selain itu, pendaftar wajib membuat surat pengajuan resmi yang ditujukan ke Penghageng Kawedanan Kaprajuritan. Format suratnya bisa diakses di: https://bit.ly/PangajenganV
Berkas pendukung yang harus disiapkan:
- SKCK
- Ijazah terakhir
- KTP
- Surat keterangan sehat
- Pas foto terbaru
Cara daftar & tahapan seleksi
Pendaftaran dilakukan secara online melalui Google Form melalui: https://bit.ly/RekrutmenRambahV
Tahapan seleksinya juga nggak main-main:
- Seleksi administrasi
- Seleksi fisik & psikotes
- Tes keterampilan baris-berbaris
- Magang Abdi Dalem Prajurit
- Arahan minimal 1 tahun
- Pendadaran
Lulus pendadaran? Baru resmi diangkat sebagai Prajurit Keraton Yogyakarta.
Soal gaji? jangan salah fokus
Buat yang mikir ini lowongan kerja tetap, Keraton sudah kasih garis tegas: tidak ada gaji tetap.
Abdi dalem prajurit akan menerima kekucah (imbalan dari Keraton), ditambah honor tambahan jika tampil di event tertentu, biasanya dari dana keistimewaan atau instansi pengundang.
“Tambahan penghasilan itu pun tidak banyak dan diterima empat bulan sekali,” jelas Yudo.
Karena itu, Keraton mengingatkan agar pendaftar tidak menjadikan uang sebagai tujuan utama.
Menjadi prajurit Keraton bukan soal baris-berbaris atau pakai seragam adat semata. Ini soal menjaga identitas, tradisi, dan sejarah hidup di tengah zaman yang makin modern.
Di era Gen Z yang serba cepat dan digital, Keraton Jogja justru menawarkan jalan yang berbeda: melambat, mengabdi, dan merawat budaya.
Kalau kamu merasa terpanggil, bukan sekadar tertarik—mungkin ini memang tempatmu. (*)


