BACAAJA, GROBOGAN- Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan mencatat perkembangan terbaru kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari total 803 warga yang mengalami gejala, sebanyak 688 orang dinyatakan sembuh, sementara 54 pasien masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Djatmiko menyebutkan, dari 115 pasien yang sempat dirawat inap, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang. “Sebanyak 61 pasien rawat inap sudah sembuh dan dipulangkan. Saat ini masih ada 54 pasien yang menjalani perawatan di beberapa fasyankes,” ujar Djatmiko di Blora, Selasa, (13/1/2026).
Baca juga: MBG Bikin Mual Massal: 803 Siswa di Grobogan Tumbang
Pasien yang sudah pulang berasal dari berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas Karangrayung I, Puskesmas Gubug I, hingga dua rumah sakit daerah, yakni RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi dan RSUD Ki Ageng Getas Pendowo.
Sementara itu, 54 pasien yang masih dirawat tersebar di sejumlah lokasi. Mulai dari RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi, hingga beberapa puskesmas seperti Karangrayung I, Kedungjati, Klambu, Godong I, dan lainnya.
Menyantap MBG
Kasus ini bermula pada Jumat (9/1), saat ratusan warga yang mayoritas siswa SD hingga santri pondok pesantren mengalami mual dan muntah usai menyantap menu MBG yang disuplai oleh SPPG Kuwaron.
Korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMK di wilayah Desa Ngroto, Penadaran, Glapan, dan Trisari. Djatmiko menegaskan, data korban masih bersifat dinamis dan terus diperbarui.
Gejala yang paling banyak muncul adalah mual dan muntah, diduga setelah mengonsumsi MBG berupa nasi kuning dengan lauk telur, abon, dan tempe orek.
Baca juga: MBG di Grobogan Bikin Sekolah Masuk Mode Darurat
Selain penanganan medis, Dinas Kesehatan Grobogan juga sudah melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) serta mengambil sampel makanan untuk diuji di Labkesda Semarang sejak Senin (12/1). “Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam tujuh sampai sepuluh hari ke depan,” jelasnya.
Niatnya makan bergizi, malah bikin perut berontak. Untungnya, mayoritas sudah pulih. Tinggal satu PR besar: memastikan menu sehat ke depan benar-benar bikin kuat, bukan bikin buru-buru cari toilet. (tebe)


