Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Iuran BPJS Mau Naik, Siapa yang Kena? Ini Kata Menterinya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Info

Iuran BPJS Mau Naik, Siapa yang Kena? Ini Kata Menterinya

Di sisi lain, kondisi keuangan BPJS Kesehatan memang lagi nggak baik-baik saja. Defisit disebut sudah menyentuh angka Rp20 hingga Rp30 triliun.

Nugroho P.
Last updated: Februari 25, 2026 10:44 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan lagi jadi obrolan hangat. Banyak yang langsung waswas, takut pengeluaran bulanan makin berat. Tapi pemerintah bilang, nggak semua bakal kena dampaknya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan kenaikan iuran ini nggak bakal menyentuh masyarakat miskin. Alasannya simpel, iuran mereka memang sudah dibayari pemerintah lewat skema bantuan.

“Bahwa kenaikan iuran BPJS tidak ada pengaruhnya sama sekali kepada masyarakat miskin. Karena masyarakat miskin dibayari oleh pemerintah,” ujar Budi di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, yang kemungkinan terdampak adalah kelompok menengah ke atas. Mereka dinilai masih punya ruang untuk menyesuaikan pengeluaran jika memang ada penyesuaian tarif.

Di sisi lain, kondisi keuangan BPJS Kesehatan memang lagi nggak baik-baik saja. Defisit disebut sudah menyentuh angka Rp20 hingga Rp30 triliun.

Pemerintah sementara ini menutup lubang itu dengan suntikan anggaran sekitar Rp20 triliun. Tapi Budi mengingatkan, kalau nggak ada perubahan sistem, defisit seperti ini bisa terus berulang tiap tahun.

Dampaknya nggak main-main. Kalau dana seret, pembayaran ke rumah sakit bisa tertunda. Rumah sakit pun ikut ketar-ketir karena operasional mereka terganggu.

“Nah, itu akan terasa dengan penundaan pembayaran ke rumah sakit-rumah sakit. Jadi rumah sakit mengalami kesulitan untuk operasionalnya. Itu sebabnya harus ada perubahan yang struktural,” kata Budi.

Budi juga menyinggung soal konsep asuransi sosial. Dalam sistem seperti ini, yang mampu memang ikut menopang yang kurang mampu. Mirip pajak, yang penghasilannya besar bayar lebih, tapi akses layanannya tetap sama.

Saat ini, iuran yang banyak dibayar peserta mandiri ada di kisaran Rp42 ribu per bulan. Budi bahkan berkelakar, angka itu masih terjangkau untuk kalangan menengah.

“Yang memang bayarnya kan Rp42.000 sebulan. Menengah ke atas seperti wartawan Rp42.000 sebulan harusnya bisa deh. Yang laki-laki beli rokok kan lebih dari itu,” ucapnya.

Namun nggak semua sepakat dengan wacana kenaikan ini. Ketua Umum Relawan Kesehatan Indonesia, Agung Nugroho, mengingatkan potensi efek sampingnya.

Menurut Agung, kenaikan iuran bisa bikin banyak peserta justru memilih menunggak atau bahkan berhenti aktif. Terutama dari kelompok menengah yang pengeluarannya sudah mepet.

“Jika iuran naik, banyak keluarga akan melakukan penyesuaian pengeluaran. Risiko yang muncul adalah meningkatnya tunggakan dan kepesertaan nonaktif. Pada akhirnya, mereka bisa kehilangan jaminan kesehatan saat justru paling dibutuhkan,” katanya.

Agung menilai kelompok miskin relatif aman karena masuk skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional. Kelompok kaya juga dinilai lebih fleksibel menghadapi kenaikan.

Tapi kelas menengah, khususnya pekerja informal dan keluarga dengan beban cicilan tetap, ada di posisi paling rawan. Sedikit saja kenaikan biaya bisa berdampak besar ke cash flow bulanan mereka.

Karena itu, wacana ini diminta dikaji lebih dalam. Jangan sampai niat memperbaiki keuangan sistem malah bikin kepesertaan menyusut.

Di tengah tarik-menarik ini, publik kini menunggu keputusan final pemerintah. Apakah kenaikan benar-benar diberlakukan, atau ada opsi lain yang lebih ramah untuk semua lapisan.

Yang jelas, isu iuran BPJS bukan cuma soal angka Rp42 ribu. Ini soal keberlanjutan sistem kesehatan nasional dan rasa aman jutaan orang saat sakit datang tanpa permisi. (*)

You Might Also Like

Dipimpin Puan Maharani, DPR Sahkan RAPBN 2026

Pelarian Sopir Bank Jateng Gondol Duit Rp 10 Miliar Berakhir di Gunung Kidul

Karyawan KONI Jateng Gelar Syukuran, Permenpora “Horor” Resmi Dicabut!

Fasilitas ‘Mewah’ Sekolah Rakyat di Solo, dari Nonton Bioskop hingga Tiket Konser Gratis

Emosi Bapak Anaknya Dikeroyok hingga Meninggal, Nadirin: Nyawa Balas Nyawa

TAGGED:bpjsBPJS NAIKIURAN BPJS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ekonomi Semarang 5,37 Persen: Nggak Ngebut Banget, Tapi Konsisten

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Iuran BPJS Mau Naik, Siapa yang Kena? Ini Kata Menterinya

Ekonomi Semarang 5,37 Persen: Nggak Ngebut Banget, Tapi Konsisten

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 90 Ton Kratom

Bulog: Beras dan MinyaKita Aman Sampai Lebaran

Tujuh Pejabat Kemenkum Jateng Resmi Dilantik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target

Januari 2, 2026
Hukum

Tumpukan Uang Kejagung Dipamerkan, Kerja Nyata atau Pencitraan?

Desember 26, 2025
Daerah

Update Banjarnegara, Tiga Korban Ditemukan Lagi

November 20, 2025
Kandang babi di Sragen telah beroperasi jauh sebelum SPPG dibangun di sebelahnya.
Info

Datang Pengennya Gusur Ternak Babi, SPPG di Sragen Akhirnya Malah Direlokasi

Januari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Iuran BPJS Mau Naik, Siapa yang Kena? Ini Kata Menterinya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?