BACAAJA, JAKARTA – Kebakaran Gedung Terra Drone Jakarta mendadak digandeng-gandengkan sama urusan bencana di Sumatera, bikin linimasa rame kayak biasanya. Tapi Polres Jakarta Pusat cepat nge-rem isu itu. Kapolres Kombes Susatyo Purnomo Condro bilang, nggak ada ceritanya kebakaran ini terkait sabotase data hutan atau apa pun yang lagi viral di luar sana. Semua murni fokus pada penyelidikan penyebab kebakaran yang menewaskan 22 orang.
Ngelurusin Isu yang Keburu Jalan Sendiri
Susatyo cerita kalau pihaknya memang terima banyak link dan postingan yang nuduh kebakaran ini sebagai cara ngilangin data pemetaan lahan. Tapi dari olah TKP sampai pemeriksaan saksi, nggak ada satu pun yang nyambung. Terra Drone memang kerja di bidang mapping, tapi itu bukan bukti adanya sabotase. Polisi juga bilang belum ada tim penyidik bencana Sumatera yang minta koordinasi.
Bantahan dari Satreskrim
Nada tegas juga datang dari Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra. Dia bilang, tuduhan soal sabotase cuma isu liar. Semua pemeriksaan berdiri di atas fakta, bukan spekulasi. Dia malah ngingetin kalau data perusahaan zaman sekarang nggak bakal tiba-tiba lenyap karena udah pakai sistem pencadangan berlapis. Jadi, mau dibakar atau nggak, datanya tetap ke-backup.
Direktur Ditahan, Pola Manajemen Amburadul
Direktur Utama Terra Drone, Michael Wishnu Wardana, sekarang resmi nyandang status tersangka. Polisi nemuin banyak banget kelalaian fatal. Mulai dari nggak ada SOP penyimpanan baterai, nggak tunjuk petugas K3, sampai jalur evakuasi yang mati total. Hasil pemeriksaan saksi dan ahli nunjukin kalau manajemen keselamatan perusahaan itu kacau balau.
Risiko Baterai Diabaikan
Menurut polisi, Michael paham betul risiko baterai LiPo yang gampang terbakar. Tapi anehnya, semua dibiarkan tanpa aturan dan tanpa proteksi. Lebih bikin miris, pintu darurat dan jalur evakuasi nggak berfungsi. Banyak korban meninggal bukan karena terbakar langsung, tapi karena nggak bisa keluar akibat asap pekat.
Korban dan Hasil Visum
Visum nunjukkin 70 persen korban kena luka bakar derajat 1–2. Lab darah juga nunjukkin kadar karbon monoksida yang tinggi, bikin korban sesak dan nggak bisa bertahan. Semua jenazah udah teridentifikasi dan diserahkan ke keluarga. Michael terjerat Pasal 188 dan 359 KUHP terkait kelalaiannya sebagai pimpinan perusahaan.
Asal Api yang Akhirnya Terungkap
Sumber api ternyata dari gudang kecil yang disulap jadi tempat nyimpen baterai tanpa standar keselamatan. Di sana ada tumpukan baterai LiPo rusak yang dicampur sama baterai normal. Dari penyelidikan, satu tumpukan jatuh dan memercikkan api. Dari situ, kobaran langsung nyambar bahan-bahan mudah terbakar seperti plastik dan busa.
Percikan yang Bikin Gedung Ludes
Begitu satu tumpukan meledak, percikan langsung kemana-mana. Apalagi ruangan itu penuh barang mudah terbakar. Dalam hitungan detik, lantai satu berubah jadi lautan api. Polisi juga nemuin pelanggaran lain seperti ruang 2×2 meter tanpa proteksi, baterai rusak campur baterai sehat, sampai genset panas yang ditaruh di ruangan sama.
Fasilitas Keselamatan Nol Besar
Kondisi makin parah karena gedung itu sama sekali nggak dilengkapi sensor asap, pintu darurat, jalur evakuasi, maupun sistem antikebakaran. Padahal, status gedung cuma sebagai perkantoran, tapi dipakai buat penyimpanan bahan berisiko tinggi. Kombinasi semua faktor itu yang bikin kebakaran ini berujung fatal. (*)


