BACAAJA, KLATEN – Masalah klasik petani padi? Yap, siapa lagi kalau bukan geng tikus sawah yang doyan bikin gagal panen. Tapi tenang, petani Klaten nggak kehabisan akal! Lewat program dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, mereka kini pakai Trap Barrier System (TBS) — solusi kekinian buat ngusir tikus dari sawah!
Kepala DKPP Klaten, Iwan Kurniawan, turun langsung ke Desa Jurangjero, Kamis (18/9/2025), buat ngecek gimana penerapan TBS di lapangan. Hasilnya? Tikus bisa dikendalikan, dan tanaman padi tetap aman tumbuh subur.
Nah, sistem TBS ini keren banget. Gimana cara kerjanya? Petani pasang pagar plastik fiber ngelilingi lahan tanam, terus disiapin jalur khusus buat tikus masuk — tapi ujung-ujungnya malah masuk perangkap alias bubu kawat. Jebakan Batman versi sawah.
“Dari tiga metode pengendalian hama — mekanis, biologis, dan kimia — TBS ini yang paling efektif. Populasi tikus langsung ditekan tanpa ribet,” jelas Iwan.
Uniknya lagi, petani di Jurangjero pakai tanaman umpan di beberapa lahan. Tikus-tikus jadi fokus ke lahan itu, jadi yang lain bisa aman. Strategi cerdas, kan?
Soal biaya? Tenang, masih terjangkau kok. Untuk satu hektare lahan, biaya TBS sekitar Rp3,5 juta sampai Rp4 juta. Tapi nggak perlu nutup semua lahan, cukup di jalur aktif tikus aja. Bahkan jebakan bisa dibuat dari galon bekas — hemat tapi tetap manjur!
DKPP juga rencananya mau masukin TBS ke program resmi tahun depan. Artinya, makin banyak petani bakal bisa pakai teknologi ini.
Yang bikin makin semangat, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo juga dukung penuh penerapan TBS ini. Waktu ikut turun ke sawah, beliau bilang kalau metode ini jauh lebih efektif dibanding gropyokan alias ngejar-ngejar tikus rame-rame.
“Satu kotak bisa nangkap 30-40 ekor tikus per hari. Tahun lalu petani gagal panen, tapi sekarang mereka bisa panen lagi setelah pasang TBS,” kata Hamenang.
Pemkab Klaten siap kucurin anggaran khusus buat perluas TBS ke lebih banyak lahan. Targetnya? Gagal panen karena tikus jadi sejarah, dan petani bisa panen dengan tenang.
Jadi, buat kamu yang masih mikir teknologi cuma buat kota, lihat nih — di sawah pun inovasi bisa jadi penyelamat. TBS bukan cuma jebakan tikus biasa, tapi simbol bahwa pertanian juga bisa naik kelas. (*)


