Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Hujan Mulai Galak, Semarang Siagakan 220 Pompa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Hujan Mulai Galak, Semarang Siagakan 220 Pompa

Musim hujan datang, Pemkot Semarang nggak mau kecolongan. Sebanyak 220 pompa air disiapkan buat jaga-jaga, biar hujan deras nggak langsung berubah jadi cerita banjir berulang.

T. Budianto
Last updated: Januari 6, 2026 3:01 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
BANJIR KALIGAWE: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau lokasi banjir di wilayah Kaligawe dan Muktiharjo Kidul akhir Oktober 2025. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Setelah drama banjir di akhir 2024 sampai awal 2025, Pemkot Semarang nggak mau kejadian lama terulang. Musim hujan datang lagi, tapi kali ini pemerintah sudah siap.

Total 220 pompa air disiagakan di berbagai titik rawan. Pesannya tegas: air silakan turun, tapi jangan bikin kota tenggelam. Pemerintah Kota Semarang menyiapkan 119 pompa tetap dan 101 pompa portabel yang disebar di seluruh wilayah rawan banjir.

Beberapa pompa baru juga ditambahkan di kawasan yang sering jadi langganan genangan, seperti Tawang Mas dan Peterongan. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, langkah antisipasi tahun ini bukan sekadar respons darurat, tapi sudah masuk tahap pembenahan jangka panjang.

Baca juga: Tiga Orang Meninggal karena Banjir Semarang

“Kami tidak hanya menyiapkan alat, tapi juga membenahi akar masalah banjir,” ujar Agustina, Senin (5/1/2026). Salah satu perubahan paling terasa ada di Kaligawe. Outlet saluran air yang sebelumnya hanya selebar 10 meter kini diperlebar hingga 40 meter.

Harapannya, air bisa langsung mengalir tanpa sempat numpuk dan bikin genangan parah seperti sebelumnya. Selain itu, Pemkot juga melakukan pembaruan sistem polder dengan mengeruk dan memperdalam puluhan “umpung-umpung” alias waduk mini di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Mijen dan Jatingaleh.

Pompa Baru

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) turut memperkuat barisan dengan menambah armada pompa baru yang ditempatkan di titik-titik rawan banjir. Di sisi lain, normalisasi saluran air terus dikebut di kawasan padat aktivitas seperti Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Pandanaran, hingga sepanjang Banjir Kanal Timur.

Agustina menegaskan, penanganan banjir di Semarang bukan kerja satu pihak saja. Koordinasi rutin terus dilakukan bersama BBWS, BPJN, Kodim, dan instansi terkait lainnya agar penanganan di lapangan bisa cepat dan terintegrasi.

Baca juga: Atasi Banjir Semarang, Agustina Wilujeng Bangun Rumah Pompa Baru di Petudungan

Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan pemerintah tetap butuh dukungan warga. “Kesiapan teknis harus diimbangi kesadaran masyarakat, terutama untuk tidak membuang sampah ke saluran air,” katanya.

Pompa sudah 220, saluran sudah dilebarkan. Tinggal satu yang belum bisa dipompa maksimal: kebiasaan buang sampah pada tempatnya. (tebe)

You Might Also Like

Pemuda Banjarnegara Tampil Berani, Suarakan Harapan hingga Senja di Gedung DPRD

Stasiun Tawang Semarang Mulai Sesak, Pemudik Nataru 2025 Gas Lebih Awal

Air Boyolali Dilirik Investor Tiongkok, Duit Rp160 Miliar Siap Mengalir

Jateng Siap Bagikan 1.000 Sambungan Listrik Gratis Buat Warga Miskin

Dikritik, Diragukan, Terus… Jadi Penentu Kemenangan

TAGGED:agustina wilujengbanjir semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Modal Haram, Mimpi Tumbang: Duit Jalan, Kursi Bupati Nggak Nyampe
Next Article Aksi demonstrasi menuntut penetapan status bencana nasional di Aceh. MaTA Kritik ‘Uang Lelah’ TNI di Lokasi Bencana, Bisa Bikin APBN Jebol?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Awaluddin (batik cokelat) menangis saat dihampiri keluarganya usai sidang vonis di pengadilan, Rabu (11/2/2026). (bae)

Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Rumah warga Deliksari, Gunungpati, Semarang, terlihat sudah miring dan beberapa mengalami tembok retak, Rabu (11/02/2026). (dul)

Triastono Risau Tanah Terus Bergerak, Warga Deliksari Bertahan di Tengah Ancaman Longsor

Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.

Wacana Peralihan LPG ke DME, M Saleh: Sosialisasi Dulu, Jangan Sampai Bikin Warga Kaget

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.

Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Terdakwa Andhi Nur Huda duduk di kursi pesakitan saat sidang putusan kasus korupsi BUMD Cilacap, di Tipikor Semarang, Rabu (11/2/2026). (bae)

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Upah Naik, Buruh dan Pengusaha Jateng Sama-sama Kecewa

Desember 27, 2025
Hukum

Mahfud MD Ungkap Mark-up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Singgung Jokowi

Oktober 16, 2025
Daerah

BPKP Jateng Fokus Awasi Pengadaan Barang dan Jasa yang Rawan Korupsi

Juli 9, 2025
Ilustrasi jambret beraksi dengan mengendarai sepeda motor.
Hukum

Nolong Istri yang Dijambret, Pria Sleman Malah Jadi Tersangka: Keadilan Lagi Error?

Januari 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hujan Mulai Galak, Semarang Siagakan 220 Pompa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?