Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gus Yusuf: “Jangan Setengah-setengah Melindungi Santri”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Gus Yusuf: “Jangan Setengah-setengah Melindungi Santri”

T. Budianto
Last updated: Oktober 22, 2026 9:43 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SAMBUTAN GUBERNUR: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi didampingi Pengasuh API Ponpes Salaf Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori / Gus Yusuf (paling kiri) menyampaikan sambutan saat ajang Jateng Bersholawat Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, TEGAL– Santri bukan cuma jago mengaji, bershalawat, atau menghafal kitab. Di balik sarung dan peci, ada potensi besar untuk ikut menentukan masa depan bangsa. Tapi, potensi itu tentu butuh dukungan nyata, bukan sekadar tepuk tangan saat Hari Santri tiba.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyebut, Jateng memiliki sekitar 5.400 pondok pesantren dengan 555.000 santri. Jumlah tersebut menjadi modal sosial yang perlu diperkuat agar pesantren tak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu berkiprah di berbagai bidang.

Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Jateng Bersholawat dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kota Tegal, Rabu (21/10). “Hari Santri ini untuk mengenang dan menghormati Resolusi Jihad dalam melawan penjajah yang dulu dilaksanakan oleh Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dan para santri,” kata Luthfi.

Pemprov Jateng, lanjut dia, berupaya memperkuat dukungan lewat program Pesantren Obah. Bentuknya antara lain beasiswa pendidikan, insentif guru agama, tali asih bagi penghafal Alquran, serta hibah dan bantuan renovasi pondok pesantren maupun masjid.

Baca juga: 824 Santri Turun Gelanggang di Porsadin VIII Jateng

Pada 2026, anggaran beasiswa disiapkan sebesar Rp6,8 miliar untuk pendidikan di dalam dan luar negeri. Dari 942 pendaftar, sebanyak 15 santri lolos untuk melanjutkan studi ke Mesir, Yaman, dan Tiongkok.

Sebanyak 424 santri yang menempuh pendidikan di Ma’had Aly juga menerima beasiswa. Bantuan turut menyasar santri penggerak yang aktif berorganisasi sekaligus masih tinggal di pesantren.

Guru Agama

Sementara itu, insentif guru agama pada 2025 diberikan kepada 230.830 penerima. Masing-masing memperoleh Rp1,2 juta per tahun, dengan total anggaran sekitar Rp277 miliar. Program tersebut berlanjut pada 2026.

Namun, urusan pesantren ternyata tak cukup dibereskan dengan beasiswa dan bantuan renovasi. Ada pekerjaan besar lain: memastikan para pendidik agama mendapat perhatian yang layak.

Pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf mengingatkan, santri dan ulama punya dua tugas penting, yakni menjaga bangsa dan menjaga umat.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan korban bencana kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta Sumatra, termasuk kebakaran di Gunung Sumbing. Gus Yusuf meminta pemerintah menindak tegas pihak yang sengaja membakar hutan dan lahan. “Santri punya tugas juga untuk menjaga bangsa dan menjaga umat,” ujarnya.

Baca juga: Gus Yasin: Sinergi Mahasiswa-Santri Cegah Bullying di Jateng

Gus Yusuf mengapresiasi perhatian Pemprov Jateng terhadap pesantren dan guru ngaji. Namun, ia meminta dukungan tersebut ditingkatkan karena pesantren masih membutuhkan pengakuan dan perhatian lebih serius. “Jangan setengah-setengah kalau mau melindungi santri,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah menghargai peran kiai kampung, guru ngaji di madrasah diniyah, dan guru sekolah yang ikut menjaga masyarakat melalui pendidikan.

Pesannya sederhana: kalau santri diminta ikut menjaga masa depan bangsa, jangan sampai mereka dan para gurunya justru harus berjuang sendirian. Sebab, masa depan Indonesia tak cukup dibangun lewat slogan saat peringatan, apalagi kalau perhatian kepada mereka cuma ramai ketika kamera menyala. (tebe)

You Might Also Like

Bukan Sekadar Tanam, Lapas Purwodadi Rawat Bayam, Kangkung hingga Pakcoy

Sidang MK Memanas, MBG Disebut Geser Prioritas Pendidikan

Jelang Lebaran, Lapas Purwodadi Gelar Razia

Main Sore Berujung Luka, Tiga Bocah Buleleng Diserang Anjing Misterius

Sambo Kuliah Lagi Dari Balik Jeruji Bikin Publik Ribut Sendiri

TAGGED:ahmad luthfigus yusufhari santriheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SURPRISE UNTUK PELANGGAN - Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26, PLN Icon Plus Jawa Bagian Tengah memberikan kejutan kepda pelanggan setia di Semarang. BAKAR PRABOWO-GIBRAN -- Poster bergambar wajah Prabowo-Gibran dibakar massa di depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah, saat aksi demonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, di Kota Semarang, Kamis (22/10/2026). (dul) 5 TUNTUTAN - Massa aksi peringatan 2 tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, di Semarang, Kamis (22/10/2026), menyampaikan 5 tuntutan. (dul) Ribuan Orang Turun Jalan, Sampaikan 5 Tuntutan kepada Rezim Prabowo-Gibran
Next Article Porprov Jateng 2026, Momentum Mendulang Manfaat Ekonomi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KHUSYUK - 1.328 hafiz dan hafizah menggelar khataman Alquran bareng di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonosobo pada puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini mengantarkan Wonosobo raih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Keren! Wonosobo Raih Rekor MURI pada HSN 2026, 1.328 Hafiz dan Hafizah Khataman Alquran Bareng

LATIHAN TANGANI INSIDEN: Petugas Bandara Ahmad Yani Semarang sedang latihan menangani insiden kebakaran pesawat. (ist)

Bandara Ahmad Yani Latihan Tangani Kecelakaan Pesawat dan Kebakaran

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).

Dari Taruna Nusantara TN5 hingga Senayan, Uniknya Perjalanan Karier Politik Danang Wicaksana Sulistya

PABRIK OBAT KERAS - Pejalan kaki melintas di depan pabrik obat keras ilegal berkedok pabrik botol dan pabrik kardus di Jalan Indronoto, Dusun II, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (22/10/2026).

Pabrik Obat Keras di Sukoharjo Digrebek Polisi, Pemdes: Bilangnya Pabrik Kardus

Tedjowulan Belum Akui Purboyo dan Hangabehi, Ini Respons Keduanya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nasional

Tolak Undangan Istana, Tiyo Pilih Konsisten Lawan Arus

Maret 1, 2026
Info

Sekda Jateng: Penyandang Disabilitas Bukan untuk Dikasihani, Tetapi Difasilitasi

Februari 22, 2026
Daerah

Wali Kota Semarang: Jadi Pemimpin Itu Bukan Cuma Gagah, Tapi Juga Rajin Baca!

Oktober 4, 2025
Info

Langit Jateng Lagi Santai, Awan Tipis Temani Aktivitas Warga Hari Ini

Juni 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gus Yusuf: “Jangan Setengah-setengah Melindungi Santri”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?