BACAAJA, SEMARANG – Rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas. Tempat tinggal juga bisa menjadi ruang untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan membangun kebiasaan baik bersama keluarga. Karena itu, Gus Baha mengingatkan umat Islam agar tidak membiarkan rumah kosong dari aktivitas ibadah, terutama sholat sunnah.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menyampaikan pesan tersebut ketika membahas anjuran menghidupkan rumah dengan sholat. Ia mengingatkan kembali pesan Rasulullah SAW agar umat Islam tidak menjadikan rumah seperti kuburan yang sepi dari ibadah.
“Sehingga Nabi membahasakan, Jangan jadikan rumah kamu seperti kuburan. Kasih jatah sholat,” ujar Gus Baha dalam ceramahnya.
Dikutip dari tayangan di kanal YouTube @Ngajigusbaha-lp3ia, Gus Baha menjelaskan bahwa ada pembagian yang perlu dipahami dalam pelaksanaan sholat. Sholat fardhu dianjurkan dikerjakan secara berjamaah di masjid bagi laki-laki sesuai ketentuan dan kemampuan, sedangkan sholat sunnah pada dasarnya dianjurkan untuk dikerjakan di rumah.
Dengan begitu, rumah tidak hanya menjadi tempat untuk makan, tidur, dan menjalankan rutinitas harian. Ada ruang bagi penghuninya untuk beribadah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berdzikir.
Gus Baha menilai kebiasaan mengerjakan sholat sunnah di rumah memiliki arti penting. Selain menjadi bentuk ibadah pribadi, aktivitas tersebut dapat membantu menghadirkan suasana religius di lingkungan keluarga.
Rumah yang dihidupkan dengan ibadah juga bisa menjadi tempat bagi seseorang untuk lebih tenang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam suasana yang lebih pribadi, seseorang dapat meluangkan waktu untuk berdoa dan mengevaluasi diri tanpa harus selalu berada di luar rumah.
Sebaliknya, jika rumah hanya digunakan untuk kegiatan duniawi, kesempatan menjadikannya tempat ibadah bisa terlewatkan. Karena itu, Gus Baha mengajak umat Islam menyediakan waktu khusus untuk sholat sunnah di rumah masing-masing.
“Rumah yang tidak pernah dipakai untuk sholat, apalagi sholat sunnah, akan terasa hampa. Ruhnya kurang,” ujar Gus Baha.
Pesan tersebut juga berkaitan dengan pendidikan agama di lingkungan keluarga. Anak-anak bisa belajar dari kebiasaan yang mereka lihat setiap hari. Ketika orang tua membiasakan diri sholat dan membaca Al-Qur’an di rumah, anak memiliki contoh nyata untuk diikuti.
Tidak harus selalu berupa kegiatan besar atau pengajian yang melibatkan banyak orang. Membiasakan sholat sunnah, membaca beberapa ayat Al-Qur’an, dan berdzikir secara rutin juga bisa menjadi langkah sederhana untuk menghidupkan suasana ibadah.
Gus Baha mengingatkan bahwa memakmurkan masjid dan menghidupkan rumah dengan ibadah bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan sesuai dengan jenis ibadah dan ketentuannya.
Umat Islam tetap bisa menjaga kebiasaan sholat berjamaah di masjid sekaligus menyediakan waktu untuk sholat sunnah di rumah. Dengan cara ini, aktivitas ibadah tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan masjid, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga.
Rumah yang hidup dengan ibadah diharapkan menjadi tempat untuk menumbuhkan kebiasaan baik, memperkuat kedekatan kepada Allah SWT, dan membangun karakter anggota keluarga. Pesan Gus Baha menjadi pengingat agar rumah tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga memberi ruang bagi penghuninya untuk terus memperbaiki diri. (*)

