BACAAJA, SEMARANG – Sujud bukan sekadar gerakan dalam sholat. Posisi ketika dahi menyentuh tempat sujud ini menjadi salah satu bentuk ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT. Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa sujud yang dilakukan dengan baik memiliki makna mendalam dan berkaitan dengan berbagai permohonan kebaikan dalam kehidupan.
Dalam kajian yang ditayangkan di kanal YouTube @suasvideos, UAH menguraikan sejumlah anugerah yang dapat dimohonkan melalui doa saat sujud. Penjelasan tersebut menekankan pentingnya menjadikan sujud sebagai momen untuk merendahkan diri, meminta ampunan, dan memohon pertolongan Allah SWT.
Menurut UAH, ada delapan permohonan yang perlu diperhatikan, mulai dari ampunan hingga perlindungan dari kesalahan. Permohonan itu tercermin dalam rangkaian doa yang dikenal dengan bacaan Rabbighfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, warzuqni, wahdini, wa’afini, dan wa’fu anni.
Berikut delapan hal yang dijelaskan dalam materi kajian tersebut.
1. Memohon ampunan kepada Allah
Permohonan pertama adalah ampunan atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Saat sujud, seorang Muslim dapat membaca Rabbighfirli, yang berarti, “Ya Rabb, ampunilah aku.”
Doa ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia membutuhkan ampunan Allah SWT. Kesadaran tersebut juga mendorong seseorang untuk memperbaiki diri dan tidak terus mengulangi kesalahan yang sama.
2. Meminta kasih sayang Allah
Permohonan berikutnya adalah warhamni, yang berarti, “Sayangilah aku.” Melalui doa ini, seorang hamba memohon rahmat Allah SWT dalam menjalani kehidupan.
Kasih sayang Allah menjadi harapan setiap Muslim, baik ketika menghadapi persoalan maupun saat menikmati berbagai kemudahan.
3. Memohon perbaikan diri
Bacaan wajburni memiliki arti, “Perbaikilah aku.” Permohonan ini mengandung harapan agar kekurangan dalam diri dapat diperbaiki dan kehidupan diarahkan menuju kebaikan.
Dengan menyadari kelemahan diri, seseorang diharapkan lebih terbuka terhadap nasihat serta berusaha meninggalkan sifat-sifat tercela.
4. Memohon agar derajat diangkat
Selanjutnya, ada bacaan warfa’ni, yang berarti, “Angkatlah derajatku.” Permohonan ini menunjukkan bahwa kedudukan yang baik di sisi Allah SWT jauh lebih penting daripada sekadar penghormatan manusia.
Sujud menjadi pengingat agar seseorang tidak membesarkan diri, melainkan terus memperbaiki kualitas iman dan amalnya.
5. Meminta rezeki yang baik
Bacaan warzuqni berarti, “Berilah aku rezeki.” Permohonan ini mencakup harapan mendapatkan rezeki yang membawa kebaikan dalam kehidupan.
Selain berdoa, seorang Muslim tetap perlu berusaha melalui cara yang halal, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan menggunakan rezeki untuk hal-hal yang bermanfaat.
6. Memohon petunjuk dalam hidup
Permohonan keenam adalah wahdini, yang berarti, “Berilah aku petunjuk.” Doa ini penting ketika seseorang menghadapi pilihan atau keadaan yang membuatnya bingung menentukan langkah.
Dengan memohon petunjuk kepada Allah SWT, seorang Muslim diingatkan untuk mempertimbangkan keputusan secara bijak dan tetap berpegang pada ajaran agama.
7. Memohon kesehatan dan keselamatan
Bacaan wa’afini berarti, “Sehatkanlah aku.” Permohonan ini mencerminkan harapan agar diberikan kesehatan dan perlindungan dalam menjalani kehidupan.
Kesehatan menjadi nikmat yang patut disyukuri dan dimanfaatkan untuk beribadah, bekerja, serta membantu sesama.
8. Memohon maaf atas kesalahan
Terakhir, ada bacaan wa’fu anni, yang berarti, “Maafkanlah aku.” Melalui doa ini, seorang hamba memohon agar kesalahan dan dosa mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Permohonan tersebut juga menjadi pengingat untuk terus melakukan introspeksi, memperbaiki perilaku, dan berusaha tidak mengulangi perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
UAH menekankan pentingnya memperbaiki kualitas sholat, termasuk memahami makna doa yang dibaca saat sujud. Dengan begitu, ibadah tidak hanya menjadi rutinitas gerakan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Sujud mengajarkan manusia untuk melepaskan kesombongan dan menyadari bahwa dirinya membutuhkan pertolongan Allah. Karena itu, memperbaiki sujud perlu dibarengi dengan ketulusan hati, pemahaman terhadap bacaan, serta usaha menjalankan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

