BACAAJA, SEMARANG – Kamu ngerasa aman gak kalau jalan sendirian pada tengah malam? Rasa aman kamu nentuin persepsi dunia tentang Indonesia lho.
Indonesia lagi-lagi nongol sebagai salah satu negara yang dinilai aman versi Gallup Global Safety Report 2025. Dalam laporan itu, 83% warga Indonesia mengaku masih merasa aman jalan sendirian di malam hari di sekitar tempat tinggalnya.
Laporan Gallup yang dirilis Jumat (14/11/2025) nyebutin skor Law and Order Index Indonesia tembus 89 dari 100. Dengan angka segitu, Indonesia masuk klaster negara dengan persepsi keamanan kuat, sejajar sama Taiwan, Jerman, Portugal, dan Uni Emirat Arab.
Skor indeks ini nggak muncul tiba-tiba. Gallup pakai empat indikator buat ngukur kualitas rasa aman di suatu negara:
Seberapa besar kepercayaan publik ke polisi
Seberapa aman orang ngerasa kalau jalan sendirian malam-malam
Pengalaman jadi korban pencurian dalam 12 bulan terakhir
Pengalaman kena serangan fisik atau perampokan
Empat poin ini digabung jadi satu angka indeks. Semakin tinggi skor, semakin “nyaman” warga di negara tersebut.
Menariknya, angka rasa aman warga Indonesia ini ada di atas beberapa negara maju. Gallup nyatet:
Jepang: 78%
Korea Selatan: 80%
Kanada: 75%
Australia: 66%
Amerika Serikat: 71%
Inggris: 76%
Rata-rata globalnya sendiri ada di angka 73%, jadi posisi Indonesia lumayan jauh di atas rata-rata dunia.
Tentang Gallup
Gallup ini lembaga riset global berbasis di Washington, AS, yang sudah lama banget ngurusin survei opini publik internasional.
Buat Global Safety Report 2025, survei dilakukan sepanjang Januari–Desember 2024 di 144 negara dengan total 145.170 responden berusia 15 tahun ke atas.
Metodenya:
Wawancara tatap muka dan via telepon
Minimal 1.000 responden per negara
Margin of error sekitar 3,3%–5,4% dengan tingkat kepercayaan 95%
Survei ini dipakai banyak pihak buat ngukur kemajuan negara dari sisi keamanan, termasuk sebagai bagian dari pilar SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions).
Secara global, Gallup juga nyatet rasa aman dunia lagi ada di titik tertinggi sejak 2006. Tapi kenaikannya nggak merata. Amerika Latin dan Afrika Sub-Sahara masih jadi dua kawasan dengan rasa aman terendah, masing-masing di level 50% dan 53%.
Posisi Indonesia di peta keamanan dunia
Dalam laporan yang sama, Indonesia dimasukin ke kelompok negara dengan persepsi keamanan yang stabil dan konsisten tinggi.
Negara-negara dengan skor bagus biasanya punya beberapa ciri:
Institusi publik yang cukup dipercaya
Angka warga yang pernah jadi korban kejahatan relatif rendah
Tata kelola keamanan yang dinilai efektif
Gallup nggak nyebut Polri secara spesifik di laporan, tapi ngasih data agregat per negara.
Kalau dibandingin global, Indonesia jauh banget dari kelompok negara dengan rasa aman rendah seperti:
Afrika Selatan (33%)
Lesotho (34%)
Zimbabwe (40%)
Sejumlah negara Amerika Latin yang skornya di bawah 55%
Tren ini sejalan sama temuan Survei Litbang Kompas yang dirilis awal November 2025. Survei itu nunjukin kepercayaan publik ke Polri lagi naik, termasuk di aspek layanan, respons, dan perlindungan warga.
Kompas juga nyatet publik ngasih apresiasi ke Polri karena dinilai:
Nggak membeda-bedakan warga berdasarkan agama
Mampu menjaga kerahasiaan data pribadi
Survei Kompas dilakukan pada 20–27 Oktober 2025 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi dengan metode multistage random sampling, margin of error sekitar ±2,8%, dan tingkat kepercayaan 95%.
Kalau dua survei ini disatukan, kelihatan ada konsolidasi persepsi keamanan di Indonesia:
Rasa aman versi Gallup tinggi
Kepercayaan ke aparat penegak hukum versi Kompas juga menguat
Buat sehari-hari, artinya banyak warga Indonesia yang ngerasa:
Relatif aman di ruang publik
Dan cukup percaya sama sistem keamanan yang lagi jalan sekarang.
Bagaimana menurut Sobat Bacaaja, benarkah hasil survei ini mencerminkan rasa aman di Indonesia? (*)


