Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Festival Gunung Slamet #8, Dari Bersih Desa hingga Perang Tomat, Purbalingga Tawarkan Perayaan 3 Hari Penuh Pesona
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Festival Gunung Slamet #8, Dari Bersih Desa hingga Perang Tomat, Purbalingga Tawarkan Perayaan 3 Hari Penuh Pesona

Festival Gunung Slamet #8 sekali lagi membuktikan bahwa potensi lokal jika dikelola dengan kolaboratif dan kreatif, bisa menjadi daya magnet nasional. Di kaki Gunung Slamet, tiga hari ini menjadi catatan indah tentang budaya, persaudaraan, dan semangat membangun bersama.

Nugroho P.
Last updated: Juli 5, 2025 9:23 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Salah satu stand di acara Festival Gunung Slamet.
SHARE

SUASANA dingin Lembah Asri Serang, Karangreja, terasa hangat oleh sambutan antusias ribuan warga dan wisatawan. Jumat (4/7/2025), Festival Gunung Slamet (FGS) #8 resmi dibuka. Ini bukan sekadar festival tahunan biasa—melainkan perayaan budaya, ekonomi, dan pariwisata yang menyatukan semangat masyarakat Purbalingga dari berbagai penjuru.

Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, membuka FGS dengan semangat tinggi. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk menjadikan FGS sebagai event berkelanjutan yang terus berkembang. “Kita bikin Serang seperti Batu Malang,” ujarnya optimis di tengah sorak tepuk tangan hadirin.

Sejak dimulai delapan tahun lalu, FGS terus naik kelas. Kini, event ini masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI—pengakuan nasional yang membawa nama Purbalingga melesat dalam peta wisata Jawa Tengah.

Tahun ini, tema besar “The Royal Journey” diangkat, menandai perjalanan budaya yang megah dan sakral. Hari pertama dimulai dengan kegiatan spiritual: bersih desa, kenduri, dan senam bersama masyarakat. Energi damai dari pagi hingga sore tak surut meski hawa gunung menyelimuti area festival.

Di malam harinya, FGS menghadirkan gelar seni desa wisata lingkar Slamet. Lampu-lampu tenda UMKM mulai menyala, aroma kopi khas Purbalingga menggoda indera, sementara suasana khidmat terasa dalam munajat bersama Gandrung Nabi dan Gus Mohammad Luqman.

Sabtu jadi puncak pesta budaya. Dimulai dari ritual pengambilan air suci di Tuk Sikopyah, masyarakat lalu berpawai dalam kirab budaya yang memukau, mengarak simbol-simbol adat hingga ke panggung utama. Tradisi ruwat bumi menambah kesakralan, menegaskan hubungan erat masyarakat dengan alam Gunung Slamet.

Siang menjelang sore, ribuan warga berkumpul dalam acara makan bersama 8.888 nasi 3G—singkatan dari Gundil, Gandul, dan Gereh. Targetnya bukan main: mencetak rekor MURI dan bahkan rekor dunia. Wabup Dimas menyebut kegiatan ini bukan hanya soal makan, tapi juga tentang kebersamaan dan nilai gotong royong.

Saat malam turun, kabut lembut menyelimuti venue. Namun semangat tidak meredup. Acara Akustik Kabut Lembut pun dimulai. Artis nasional Ghea Indrawari tampil memukau, suaranya menggema di antara dinginnya udara dataran tinggi Serang.

Tak hanya budaya dan musik, FGS juga menggandeng para pecinta olahraga lewat sport tourism. Minggu (6/7/2025) pagi, ratusan pelari memulai Trail Run di jalur alam sekitar Gunung Slamet. Medan yang menantang jadi daya tarik tersendiri bagi para pelari dari dalam dan luar daerah.

Puncak kegembiraan hadir dalam tradisi perang tomat. Ribuan tomat dilempar dengan penuh suka cita—simbol pembersihan, pelepasan stres, sekaligus promosi hasil bumi lokal. Keceriaan pun tumpah ruah, anak-anak, orang tua, hingga wisatawan luar tak mau ketinggalan momen ini.

Festival ditutup dengan Suaraloka Gunung Slamet. Kali ini giliran MAssDDDHO yang menghipnotis panggung. Musik mereka menutup rangkaian tiga hari penuh warna, menyisakan kesan mendalam bagi siapa pun yang hadir.

Wabup Dimas pun memilih tinggal penuh tiga hari di lokasi, menunjukkan betapa serius dukungan pemerintah terhadap event ini.

“Saya akan boost terus di media sosial supaya makin banyak yang datang. Kita bikin Karangreja seperti Jakarta,” ujarnya sambil tersenyum.

Di sisi lain, efek ekonomi juga tak main-main. Kepala Desa Serang, Sugito, menyebut setiap tenant bisa mengantongi omset hingga Rp 3 juta per hari. Target pengunjung pun ditingkatkan menjadi 50 ribu, naik dari 43 ribu tahun lalu.

Festival Gunung Slamet #8 sekali lagi membuktikan bahwa potensi lokal jika dikelola dengan kolaboratif dan kreatif, bisa menjadi daya magnet nasional. Di kaki Gunung Slamet, tiga hari ini menjadi catatan indah tentang budaya, persaudaraan, dan semangat membangun bersama. (*)

You Might Also Like

Raja Ampat Teriak: 10 Artis Ini Galang Suara Lawan Tambang Nikel

Jersey Baru, Skuad Fresh, Persibangga Gaspol Bidik Naik Kasta

Sawah atau Semen? Penolakan Warga karena Tak Ingin Kehilangan Mata Pencaharian

“Kongres Tinggal Mengukuhkan Ibu Mega”, PDIP Klaim Solid Dukung Megawati

Momen Kabid Humas Polda Jateng Selamatkan Mobil Mogok di Lintasan Rel KA Madukoro Semarang

TAGGED:festival gunung slametFGSpesta budayapurbalinggawisata purbalingga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mobil patroli polisi yang dirusak massa aksi solidaritas driver ShopeeFood dievakuasi menggunakan towing. Detik-detik Massa Solidaritas Driver ShopeeFood di Jogja Rusak Mobil Patroli Polisi
Next Article Wali Kota Solo, Respati Ardi. Respati: Masing-masing 54 Koperasi Merah Putih di Solo Dapat Suntikan Modal Rp 15 Juta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Keracunan MBG Terus Terjadi! Ratusan Siswa di Berastagi Tumbang, 240 Orang Masih Dirawat

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

DARI PERENCANAAN KE AKSI - PLN Icon Plus menyiapkan strategi dengan memperkuat kemampuan tim dalam membaca pasar, memahami kebutuhan pelanggan, hingga mengubah peluang menjadi rencana bisnis.

Dari Insight ke Aksi, PLN Icon Plus Dorong Pertumbuhan Bisnis PV Rooftop lewat PV Academy

Puan Ajak Parlemen Remaja Kenal Politik dari Dekat, Bukan Cuma dari Medsos

Mahasiswa Diminta Tak Cuma Jadi Komentator

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Desa Kecil Rasa Surga, Hidden Gem Dunia Bikin Betah

Maret 27, 2026
Unik

BPOM Bongkar Praktik Berbahaya, 15 Obat Tradisional Ditarik dari Peredaran

Juli 21, 2025
Plesir

Bingung Cari Bukber? Ini Spot Asyik Buka Puasa Tegal

Maret 16, 2026
Unik

Cantik Tapi Berisiko, Tanaman Ini Sebaiknya Tak Ditaruh di Rumah, Membawa Energi Buruk!

Mei 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Festival Gunung Slamet #8, Dari Bersih Desa hingga Perang Tomat, Purbalingga Tawarkan Perayaan 3 Hari Penuh Pesona
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?