Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ekonomi Tumbuh 6,49 Persen, Semarang Raih Terbaik II Pembangunan Daerah Jateng
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Ekonomi Tumbuh 6,49 Persen, Semarang Raih Terbaik II Pembangunan Daerah Jateng

T. Budianto
Last updated: November 3, 2026 9:45 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PIAGAM PENGHARGAAN: Perwakilan Pemkot Semarang menerima piagam penghargaan sebagai Kota Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Jawa Tengah 2026 dalam rangkaian acara Jateng Planning Forum 2026 di Magelang, Jumat (30/10/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Bukan cuma soal gedung makin tinggi atau jalan makin mulus. Pembangunan daerah juga diuji dari seberapa jauh kebijakan pemerintah bisa memperbaiki kehidupan warganya.

Kota Semarang mendapat pengakuan dalam urusan itu dengan meraih predikat Kota Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Jawa Tengah 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Bappeda Jateng Yusmanto, mewakili Gubernur kepada Plt Kepala Bappeda Kota Semarang, Sugeng Hartanto dalam rangkaian Jateng Planning Forum 2026 di Magelang, Jumat (30/10/2026).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyebut capaian itu sebagai dorongan untuk terus memperbaiki kualitas perencanaan pembangunan. Menurutnya, setiap program harus memiliki sasaran terukur dan menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Baca juga: Proyek UCC Terboyo Semarang Jadi Juara Investasi Jateng

“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan Kota Semarang. Setiap program harus memiliki sasaran yang jelas dan mampu menjawab persoalan masyarakat agar hasilnya dapat dirasakan secara luas,” ujar Agustina.

Sejumlah indikator makro menjadi bagian dari capaian yang dipaparkan Pemkot Semarang. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,62 persen menjadi 6,49 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 85,24 menjadi 85,80.

Sementara itu, angka kemiskinan turun dari 4,03 persen menjadi 3,80 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan, dari 5,82 persen menjadi 5,65 persen.

Perkembangan Pembangunan

Angka-angka tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan pembangunan. Namun, Pemkot Semarang juga menekankan pentingnya perencanaan berbasis data agar program tidak sekadar terlihat bagus di atas dokumen, tetapi punya hasil yang bisa diukur.

Salah satu inovasi yang ikut mengantarkan Semarang meraih penghargaan adalah Daycare Stunting. Program ini menggabungkan berbagai intervensi untuk menangani persoalan stunting, mulai dari pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang, layanan PAUD, hingga kelas pengasuhan bagi orang tua.

Pelaksanaannya melibatkan banyak pihak. Mulai perangkat daerah, puskesmas, organisasi profesi, akademisi, masyarakat, hingga sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Baca juga: Investasi Jateng Ngebut Tembus Rp48,54 Triliun

Pemantauan program juga didukung platform digital Sayang Anak agar pelaksanaan dan perkembangannya bisa dipantau secara transparan. Agustina menegaskan, perencanaan berbasis data dan inovasi sosial akan terus menjadi fondasi kebijakan pembangunan Kota Semarang. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan capaian pembangunan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Melalui penguatan perencanaan yang terarah dan inovasi yang berdampak langsung, kami berkomitmen memastikan setiap pencapaian pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Kota Semarang,” pungkasnya.

Predikat terbaik kedua tentu layak menjadi pemacu. Namun, bagi warga, penghargaan paling terasa bukan piagam yang dipajang di kantor pemerintahan, melainkan harga kebutuhan yang terjangkau, pekerjaan yang tersedia, layanan publik yang mudah, dan anak-anak yang tumbuh sehat. Di situlah pembangunan benar-benar mendapat nilai. (tebe)

You Might Also Like

Lantik Pejabat Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi: No Titipan, Ngebut Layani Warga

Nusron Ngaku Mundur dari Pengurus Golkar

Full Pemain Lokal! Malam Ini Timnas Garuda vs Zambia di Piala Dunia U-17

Novel Baswedan Semprot Sidang Militer Kasus Andrie Yunus: Orang Tidak Kompeten!

KUHP Baru vs Gen Z Digital: Kritik di Medsos Bisa Antar Kamu ke Penjara?

TAGGED:agustina wilujengheadlineinvestasi jatengpemkot semarangpemprov jatengSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Data Bansos Tak Sesuai? Kader Posyandu Jateng Kini Siap Jadi “Teman Curhat” Warga
Next Article 20 Ribu Lebih Posyandu di Jateng Kini Layani Enam Bidang SPM

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MASA DEPAN PEMILU - Seminar Nasional Kelompok Studi Hukum Islam (KSHI) Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip), membahasa masa depan hukum Pemilu di Indonesia.

Politik Uang hingga Putusan Ijazah Gibran Jadi Sorotan, KSHI FH Undip Bahas Masa Depan Hukum Pemilu

LIMPAHKAN TERSANGKA: Dua tersangka kasus penyelundupan 1,59 juta batang rokok ilegal, BF dan ASE (kaus oranye) diserahkan penyidik ke penuntut umum Kejari Kota Semarang. (ist)

Penyelundup 1,59 Juta Batang Rokok Ilegal dalam Truk Tangki Air Segera Diadili

Ilustrasi Akal Imitasi (AI) bisa menjadi ancaman bagi tenaga kerja.

Rekor di Asia Tenggara! Orang Indonesia Doyan Bikin Gambar Pakai Gemini AI, Sehari 9 Juta Gambar

Pemkab Ajak Warga Ngawi Melek Tata Ruang

20 Ribu Lebih Posyandu di Jateng Kini Layani Enam Bidang SPM

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Pemprov Dikasih Alat “Nyedot Air dari Udara”

Mei 5, 2026
Hukum

Ombak Lagi Ganas, HNSI Jateng: Jangan Pertaruhkan Nyawa

Januari 20, 2026
BACA BUKU GRATIS - Dari mahasiswa, ojol, hingga karyawan swasta menjadikan Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan, Semarang, sebagai tongkrongan 'penuh gizi'. Di Taman Baca Gratis, pengunjung bisa menikmati ragam bacaan, mulai dari buku-buku filsata, novel, hingga komik. (dul)
Unik

Tongkrongan Mahasiswa sampai Ojol, Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan Curi Perhatian

Juni 21, 2026
Ekonomi

Semarang Nggak Mau Ada Warga Lapar

Oktober 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ekonomi Tumbuh 6,49 Persen, Semarang Raih Terbaik II Pembangunan Daerah Jateng
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?