BACAAJA, SEMARANG- Ekonomi Kota Semarang lagi on fire, gengs. Badan Pusat Statistik (BPS) ngumumin kalau perekonomian Ibu Kota Jateng ini tumbuh 7,34 persen sepanjang 2025. Angka yang bikin Semarang duduk di posisi tiga besar kota di Jateng yang paling ngebut ekonominya setelah Tegal dan Batang.
Statistisi Ahli Madya BPS Jateng, Wisnu Nurdianto bilang, angka itu diambil dari perbandingan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2025 dengan tahun sebelumnya. “Kita hitung dari harga konstan triwulan ke-2, hasilnya ya ini, tumbuh di atas tujuh persen,” katanya di Hotel Grasia, Selasa (4/11).
Buat yang belum tahu, pertumbuhan ekonomi ini hasil kerja bareng banyak pihak. Ada pemerintah yang ngatur regulasi, pelaku usaha yang gerakin roda bisnis, sampai UMKM yang tetap jalan meski kadang ngerasa bensinnya pas-pasan.
Level Global
Direktur PT Marimas Kencana Putra, Harjanto Halim, juga ikut nimbrung komentar. Katanya, pertumbuhan ini kudu dilanjut sampai level global. “Mulai dari kompetisi antarkota dulu, baru ke antarnegara. Jangan puas cuma di Jawa Tengah aja,” ujarnya.
BPS sendiri ngaku bakal terus ngawal kualitas data biar hasilnya bisa dipakai pemerintah buat ngatur kebijakan ekonomi tanpa ngawur. Mereka bahkan udah punya backup dari Surat Edaran Gubernur Jateng, yang ngatur soal dukungan kegiatan statistik di perusahaan dan UMKM.
Ekonomi tumbuh 7,34 persen, tapi kalau isi dompet masih 0,34 persen, ya percuma juga sih, kan? Menurut kamu, pertumbuhan ekonomi ini udah berasa di kantong atau masih cuma di angka statistik aja? (tebe)


